Stadion GBK dan Si Jalak Harupat Jadi Venue FIFA ASEAN Cup 2026

Stadion GBK dan Si Jalak Harupat Jadi Venue FIFA ASEAN Cup 2026

Olahraga | sindonews | Senin, 10 Agustus 2026 - 19:39
share

Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, dan Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Jawa Barat, dipastikan menjadi venue FIFA ASEAN Cup 2026. Kepastian tersebut disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir setelah menggelar rapat persiapan turnamen di Kantor Kemenpora, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Rapat tersebut melibatkan sejumlah pihak, di antaranya Kementerian Ketenagakerjaan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Polri, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Hukum. Koordinasi lintas lembaga dilakukan untuk memastikan kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026.

Erick juga mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto telah menerbitkan surat jaminan pemerintah atau Government Guarantee untuk mendukung penyelenggaraan turnamen. Surat tersebut telah dikirimkan kepada FIFA dan mendapat respons positif.

“Bapak Presiden sudah mengeluarkan surat Government Guarantee yang langsung dikirimkan kepada FIFA. Dan FIFA sendiri alhamdulillah sudah menjawab bahwa kita menjadi tuan rumah,” ujar Erick.

Erick menambahkan, isi host contract FIFA ASEAN Cup 2026 tidak jauh berbeda dengan dokumen yang digunakan saat Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 2023. Meski demikian, masih terdapat sejumlah hal yang perlu disinkronisasikan antara pemerintah dan FIFA.“Tetapi memang isi daripada host contract tidak berbeda dengan waktu itu kita menjadi tuan rumah kejuaraan dunia U-17. Jadi tidak banyak berbeda, cuma ini ada beberapa hal yang mungkin kita mau sinkronisasikan,” sambungnya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan tidak hanya Stadion Si Jalak Harupat yang disiapkan sebagai venue pertandingan. Sejumlah fasilitas latihan juga akan digunakan untuk mendukung kebutuhan tim peserta.

Perwakilan Pemprov Jawa Barat, Herman Suyatman, menyebut tiga lokasi yang disiapkan sebagai tempat latihan, yakni Stadion Institut Teknologi Bandung (ITB), Lapangan Arcamanik, dan Stadion Sidolig.

“Kami menyiapkan event site di Stadion Si Jalak Harupat dan standarnya kami pastikan sesuai dengan harapan FIFA, apalagi tempo hari baru menjadi tuan rumah Piala Dunia. Kemudian kami juga menyiapkan training site untuk mendukung latihan,” tutur Herman.

“Kami insyaAllah totalitas untuk FIFA ASEAN Cup 2026 ini,” sambungnya.Pemprov DKI Jakarta juga memastikan kesiapan fasilitas pendukung untuk pelaksanaan turnamen. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan pihaknya akan mengerahkan kemampuan terbaik demi menyukseskan FIFA ASEAN Cup 2026.

“Kita menyiapkan beberapa tempat latihan: yang pertama di Lapangan Banteng, kedua Lapangan Soemantri Brodjonegoro, dan ketiga di Lapangan 1 dan 2 Latih JIS. Semuanya akan kita persiapkan dengan baik. Terima kasih,” ungkap Andri.

FIFA ASEAN Cup 2026 merupakan turnamen baru yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh FIFA. Kompetisi tersebut terbagi menjadi dua kasta, yakni Divisi 1 dan Divisi 2.

Divisi 1 diikuti delapan negara yang terbagi dalam dua grup. Indonesia menjadi salah satu tuan rumah sekaligus tergabung di Grup A bersama India, Malaysia, dan Singapura. Grup B dihuni Vietnam, Pakistan, Thailand, dan Filipina.

Sementara itu, Divisi 2 diikuti enam negara dengan Hong Kong sebagai tuan rumah. Grup A berisi Hong Kong, Myanmar, dan Brunei Darussalam, sedangkan Grup B dihuni Kamboja, Laos, dan Timor Leste.

FIFA ASEAN Cup 2026 dijadwalkan berlangsung pada 21 September hingga 3 Oktober 2026. Indonesia dan Hong Kong menjadi tuan rumah untuk masing-masing divisi.

Topik Menarik