Geothermal World Cup 2026 Pecah! 16 Tim Ramaikan Panggung Persatuan Industri Panas Bumi Indonesia
JAKARTA, iNews.id - Geothermal World Cup 2026 sukses menyatukan 16 tim terbaik industri panas bumi Indonesia dalam persaingan sepak bola sengit. Hajatan ini digelar di Brillian Stadium, Jakarta Selatan, Minggu (2/8/2026).
Turnamen ini bukan sekadar pertandingan sepak bola antarkaryawan perusahaan. Geothermal World Cup 2026 menjadi bagian dari upaya mempererat kolaborasi para pemangku kepentingan industri panas bumi menjelang Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026.
Mengusung tema "Energy • Unity • Movement • Sustainable Future", Geothermal World Cup edisi kedua menjadi puncak rangkaian Geothermal League yang telah bergulir sejak Juli 2026.
Ketua Umum Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API) Julfi Hadi mengatakan Geothermal World Cup 2026 digelar sebagai sarana menyatukan stakeholder industri panas bumi Indonesia melalui rangkaian kegiatan menuju IIGCE 2026.
Selain sepak bola, rangkaian kegiatan juga menghadirkan berbagai kompetisi antarkaryawan perusahaan, mulai dari golf, lari hingga biliar. Namun, sepak bola menjadi salah satu cabang yang paling menarik perhatian peserta.
"Di Indonesia energi terbesar di dunia adalah panas bumi. Jadi semua harus bisa mendorong energi panas bumi agar kita bisa mendapatkan swasembada energi," tutur Julfi kepada iNews.id.
Menurut Julfi, kolaborasi menjadi salah satu kunci untuk mempercepat perkembangan industri panas bumi di Indonesia. Karena itu, berbagai kegiatan olahraga dipakai sebagai bagian dari rangkaian menuju pelaksanaan IIGCE 2026.
"Nah bagaimana cara mendorong geothermal lebih cepat? nomor satu adalah semua stakeholder Geothermal harus kolaborasi. Oleh karena itu tahun ini kita akan mengadakan IIGCE yang terbesar di dunia," kata dia.
"Sebelum itu kita mempersatukan stakeholder dengan road to IIGCE. Di situ ada golf, ada lari, biliar, dan termasuk bola. Cuma bola ini yang paling rame. Karena dari atas ke bawah kanan ke kiri semua stakeholder itu menyatu. Jadi kolaborasi seperti ini yang bisa membawa panas bumi ke depan," ucapnya.
16 Tim Berebut Gelar Juara
Sebanyak 16 tim hasil babak kualifikasi dari kelompok Independent Power Producer (IPP)/Developers serta Engineering, Procurement, Construction (EPC) Contractors ambil bagian dalam Geothermal World Cup 2026.
Setiap tim diperbolehkan memiliki maksimal 22 pemain, satu manajer dan satu pelatih. Format pertandingan menggunakan sistem single elimination atau knockout sehingga setiap laga menjadi penentu kelanjutan tim menuju babak berikutnya.
Kompetisi berlangsung sejak pukul 07.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB. Agenda pertandingan mencakup babak 16 besar, perempat final, semifinal dan final, serta pertandingan ekshibisi.
Pertandingan ekshibisi turut melibatkan sejumlah mantan pemain Timnas Indonesia, seperti Ramdani Lestaluhu dan Syamsir Alam, bersama perwakilan kementerian dan pengembang panas bumi.
Penyelenggaraan turnamen turut mendapat dukungan perusahaan dan institusi di industri energi serta sektor pendukungnya. Ormat, BRI, PT PLN (Persero) dan RS Mitra Keluarga tercatat sebagai sponsor utama dan official medis, bersama sejumlah perusahaan nasional dan internasional yang bergerak di sektor panas bumi.
Geothermal World Cup 2026 akhirnya dimenangkan PT Benvors Sarana Utama. Mereka sukses mengalahkan tuan rumah BRI dengan skor 1-0 dalam pertandingan final.
Salah satu pemain Benvors, Okta Nur, mengaku senang dapat ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Menurut dia, persaingan yang berlangsung sejak fase kualifikasi sangat ketat karena para peserta menampilkan kemampuan terbaik.
Baginya, Geothermal World Cup 2026 bukan kompetisi sembarangan. Selain persaingan antartim yang ketat, ajang ini juga menjadi kesempatan bagi talenta-talenta terbaik untuk mengikuti seleksi di Persita Tangerang.
"Atmosfernya luar biasa, pemain dari tim-tim lain juga bagus. Jadi menurut saya ini pengalaman yang luar biasa buat saya apalagi bisa mendapat penhargaan pemain terbaik dan membawa tim juara," kata Okta.
Okta berharap Geothermal World Cup dapat kembali digelar dengan durasi kompetisi yang lebih panjang. Menurut dia, format satu hari penuh membuat para pemain harus mengeluarkan stamina besar untuk melewati seluruh pertandingan.
"Harapannya acara seperti ini terus dilanjutkan tapi dengan durasi yang lebih panjang. Jadi enggak satu harian full kompetisi karena menguras stamina," ujarnya.
Selain kompetisi utama, acara juga dimeriahkan penampilan grup musik Timuran Jakarta. Hiburan tersebut sekaligus membawa pesan mengenai dukungan Geothermal terhadap pengembangan masyarakat di wilayah Indonesia Timur.
Bintang tamu fun football, Rico Ceper, turut menyambut positif pelaksanaan Geothermal World Cup 2026. Dia mengaku tidak menyangka ajang tersebut memiliki banyak pemain muda berbakat.
"Kalau dilihat emang talenta mudanya bagus banget. Geothermal bikin ini, seru, antarbidang, antarkaryawan juga mereka saling kenal sebagai satu keluarga besar itu poinnya sehat jasmani dan rohani. Apalagi momennya bagus habis Piala Dunia 2026 anak-anak mudanya kenceng-kenceng banget tuh anak-anak Geothermal," ucap Rico.
Menurut Rico, kompetisi seperti ini juga dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan sepak bola Indonesia. Dia melihat potensi pengembangan kegiatan serupa dengan cakupan yang lebih luas.
"Ya bagus siapa tahu bisa menjadi sumbangsih. Atau mungkin nanti Geothermal bisa keliling ya, dari barat sampai ke timur. Sambil itu dibuat bisa coaching clinic, SSB (Sekolah Sepak Bola) atau ada exhibition match dengan para bintang," tuturnya.









