Tijjani Reijnders Tetap Optimistis Meski Manchester City Kalah dari Inter Milan
Gelandang Manchester City, Tijjani Reijnders, menilai timnya menunjukkan banyak hal positif meski harus mengakui keunggulan Inter Milan melalui adu penalti pada laga pramusim di Kai Tak Stadium, Hong Kong, Sabtu (1/8/2026). Menurutnya, permainan The Citizens sudah berada di jalur yang tepat di bawah pelatih baru Enzo Maresca.
Manchester City harus puas bermain imbang 1-1 selama 90 menit sebelum akhirnya kalah 1-3 dalam adu penalti. Gol City dicetak Divin Mubama pada menit ke-14, sedangkan Inter membalas lima menit kemudian lewat Benjamin Pavard.
Meski hasil akhir tidak berpihak kepada timnya, Reijnders melihat banyak perkembangan positif, terutama dari jumlah peluang yang berhasil diciptakan sepanjang pertandingan.
"Saya pikir jumlah peluang yang kami ciptakan hari ini sangat bagus. Sayangnya, kami tidak bisa mencetak lebih dari satu gol, tapi ya, itu sesuatu yang bisa jadi modal kami ke depannya," ujar Reijnders seusai pertandingan.
Baca Juga: Kai Tak Stadium Siap Jadi Panggung Duel Inter Milan vs Manchester CityPemain asal Belanda itu mengingatkan bahwa laga melawan Inter hanyalah bagian dari persiapan menuju musim 2026/2027. Karena itu, menurutnya hasil pertandingan bukan menjadi fokus utama, melainkan bagaimana tim mulai memahami konsep permainan yang dibawa Maresca."Kita semua tahu ini pertandingan persahabatan. Tentu saja kamu ingin memenangkan setiap pertandingan, tapi pola permainan yang kami tunjukkan hari ini sangat bagus, dan kami baru memulainya, jadi saya punya banyak rasa percaya pada tim kami," katanya.
Reijnders juga menepis anggapan bahwa Manchester City membutuhkan perubahan besar setelah kekalahan tersebut. Ia menilai fondasi permainan sudah cukup baik, meski ada beberapa aspek yang masih perlu diperbaiki.
"Tidak, saya pikir tidak, karena cara kami bermain sudah bagus. Satu-satunya hal mungkin secara pertahanan di babak pertama, kami memberikan terlalu banyak ruang, tapi saya pikir di babak kedua kami melakukannya dengan sangat baik, jadi itu hal yang bagus," ucapnya.
Dalam pertandingan tersebut, Manchester City sempat unggul lebih dulu melalui Divin Mubama setelah memanfaatkan umpan Antoine Semenyo pada menit ke-14. Namun, Inter Milan mampu menyamakan kedudukan melalui Benjamin Pavard pada menit ke-19.
Memasuki babak kedua, City tampil dominan dan menciptakan sejumlah peluang. Savinho, Vitor Reis, hingga Rico Lewis bergantian mengancam gawang Inter, tetapi lini belakang Nerazzurri tampil disiplin sehingga skor 1-1 bertahan hingga laga usai.
Pemenang akhirnya ditentukan melalui adu penalti. Inter Milan tampil lebih efektif dengan memenangkan tos-tosan 3-1 setelah tiga eksekutor Manchester City, yakni Rayan Ait-Nouri, Abdukodir Khusanov, dan Nico Gonzalez, gagal menjalankan tugasnya.
Meski mengawali era Enzo Maresca dengan kekalahan, penampilan Manchester City dinilai menunjukkan sinyal positif. Intensitas serangan, pola permainan, dan kemampuan menciptakan peluang menjadi bekal penting bagi The Citizens sebelum melanjutkan tur pramusim Asia dan menghadapi kompetisi musim 2026/2027.









