PSSI Dukung Proposal FIFA Jual Sebagian Hak Komersial Piala Dunia
PSSI menyatakan mendukung proposal FIFA yang berencana melepas sebagian hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta. Sikap tersebut berbeda dengan sejumlah konfederasi sepak bola lain, seperti UEFA dan CONCACAF, yang secara terbuka menyatakan penolakannya.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menilai langkah tersebut dapat memberikan manfaat besar bagi pengembangan sepak bola Indonesia. Menurutnya, tambahan pendanaan dari FIFA akan membantu mempercepat proses transformasi yang sedang dijalankan PSSI.
Rencana FIFA itu merupakan bagian dari pembentukan entitas komersial baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE). Perusahaan tersebut diperkirakan memiliki valuasi sekitar US$20 miliar atau setara Rp361,52 triliun.
Baca Juga: UEFA Pertimbangkan Opsi Boikot Piala Dunia, Respons Proposal Bisnis Baru FIFA
Erick mengatakan transformasi sepak bola Indonesia yang berlangsung dalam tiga tahun terakhir membutuhkan dukungan finansial agar bisa terus berlanjut."Sepak bola Indonesia telah bertransformasi dalam tiga tahun terakhir. Tata kelolanya sudah dibenahi," ujar Erick Thohir, seperti dikutip Sky News, Kamis (30/7).
Ia menilai perkembangan Timnas Indonesia menjadi salah satu indikator keberhasilan proses pembenahan tersebut.
"Peringkat tim nasional meningkat dari posisi 174 menjadi 118. Untuk melanjutkan transformasi ini, kami membutuhkan pendanaan," lanjut Erick.
Ia juga mengingatkan bahwa PSSI bersama FIFA telah membangun FIFA Hub di Jakarta yang diproyeksikan menjadi pusat pengembangan sepak bola di kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur.
FIFA Siapkan Dana Hingga Rp723 Miliar untuk Setiap Anggota
Dalam proposal yang diajukan, FIFA menawarkan paket pendanaan senilai US$10 miliar atau sekitar Rp180,76 triliun. Jika disetujui sebelum pertengahan September 2026, seluruh 211 asosiasi anggota FIFA akan memperoleh dana hingga US$40 juta atau sekitar Rp723 miliar per federasi mulai Januari 2027.Sebaliknya, apabila proposal tersebut ditolak, FIFA hanya akan melanjutkan skema pendanaan yang sudah berjalan selama ini, yakni sekitar US$10 juta atau setara Rp180,76 miliar untuk masing-masing anggota.
Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan proposal itu masih berada dalam tahap konsultasi dengan seluruh anggota. Menurutnya, pembentukan FIFA Forward Enterprise tidak akan mengubah penyelenggaraan Piala Dunia maupun menghilangkan nilai-nilai dasar sepak bola.
UEFA dan AFC Bersikap Berbeda
Di sisi lain, proposal FIFA memicu penolakan keras dari UEFA. Konfederasi sepak bola Eropa itu bahkan mengancam akan memboikot seluruh turnamen FIFA apabila rencana tersebut tetap dijalankan. UEFA berpendapat Piala Dunia merupakan aset sepak bola dunia yang tidak seharusnya dimiliki investor swasta.Sementara itu, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), yang menaungi PSSI, mengambil sikap lebih moderat. AFC meminta FIFA menunda proses persetujuan proposal agar seluruh anggotanya memiliki waktu yang cukup untuk mengkaji aspek hukum, tata kelola, serta dampak jangka panjang dari penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia.








