Sepp Blatter Ikut Kritik Rencana Infantino Jual Saham Piala Dunia, Netizen Singgung Masa Lalunya
Mantan Presiden FIFA Sepp Blatter ikut angkat suara terkait rencana Presiden FIFA Gianni Infantino membentuk FIFA Forward Enterprise (FFE) yang akan membuka peluang penjualan sebagian kecil hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta. Namun, kritik Blatter justru memicu perdebatan karena banyak pihak mengingat kembali rekam jejaknya saat memimpin FIFA.
Dalam unggahannya di media sosial X, Blatter menilai hubungan dekat Infantino dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah membawa sepak bola ke arah yang mengkhawatirkan dari sisi bisnis.
"Hubungan erat antara Presiden FIFA dan Presiden AS telah mencapai dimensi finansial yang sangat merugikan sepak bola. Tidak seorang pun berhak menjual permainan kita," tulis Blatter.
Pernyataan itu muncul setelah laporan The Times mengungkap rencana FIFA membentuk FFE sebagai entitas komersial baru. Melalui skema tersebut, FIFA disebut ingin melepas sebagian kecil kepemilikan kepada investor eksternal guna menghimpun dana miliaran dolar AS. Federasi anggota juga akan memperoleh hak kepemilikan yang dapat diperdagangkan.
Rencana tersebut menuai penolakan dari sejumlah konfederasi, termasuk UEFA. Bahkan, asosiasi-asosiasi sepak bola Eropa dijadwalkan menggelar pertemuan darurat untuk membahas respons terhadap proposal tersebut, termasuk kemungkinan mengambil langkah lebih lanjut apabila FIFA tetap melanjutkan rencananya.Meski demikian, komentar Blatter tidak sepenuhnya mendapat dukungan. Di media sosial, banyak pengguna justru menyoroti ironi pernyataan mantan petinggi FIFA itu. Mereka mengingatkan bahwa Blatter pernah memimpin FIFA selama 17 tahun sebelum terseret kasus etik dan korupsi yang mengguncang organisasi tersebut.
Salah satu mantan pemain Liverpool, Jamie Carragher, bahkan menanggapi komentar Blatter dengan mengunggah GIF bernada sindiran. Sejumlah warganet juga mempertanyakan kredibilitas Blatter untuk berbicara mengenai tata kelola sepak bola mengingat rekam jejaknya saat masih menjabat.
Blatter mengakhiri masa kepemimpinannya di FIFA pada 2015 setelah penyelidikan besar terkait dugaan korupsi, suap, dan penyalahgunaan kewenangan. Ia kemudian dijatuhi sanksi larangan beraktivitas di dunia sepak bola oleh Komite Etik FIFA, meski dalam proses hukum di Swiss ia kemudian dinyatakan bebas dari dakwaan pidana tertentu.
Sementara itu, hingga kini FIFA belum mengambil keputusan final terkait proposal pembentukan FFE. Rencana tersebut masih menjadi pembahasan di kalangan 211 asosiasi anggota FIFA, yang diminta memberikan sikap terhadap proposal itu sebelum tenggat yang telah ditetapkan.









