Sepak Takraw Indonesia Incar Medali Asian Games 2026, Pelatnas Parepare Jadi Tumpuan

Sepak Takraw Indonesia Incar Medali Asian Games 2026, Pelatnas Parepare Jadi Tumpuan

Olahraga | inews | Rabu, 29 Juli 2026 - 20:45
share

PAREPARE, iNews.id – Sepak takraw Indonesia mulai memanaskan perburuan medali Asian Games Aichi-Nagoya 2026 melalui pemusatan latihan nasional di Parepare, Sulawesi Selatan. Tim putra dan putri digembleng secara serius agar mampu mengulang prestasi yang pernah dicapai pada Asian Games Hangzhou 2022.

Indonesia memiliki catatan kuat dari cabang sepak takraw pada edisi sebelumnya. Tim Merah Putih membawa pulang dua medali perak dan satu perunggu dari Hangzhou, sehingga peluang kembali bersaing di Jepang terus dijaga.

Persiapan tersebut dipantau langsung Chef de Mission Tim Indonesia, Todotua Pasaribu. Dia datang bersama Ketua Umum PP Persatuan Sepak Takraw Indonesia, Surianto, dan disambut Wali Kota Parepare, Tasming Hamid.

Rombongan meninjau latihan tim putra dan putri sekaligus berdiskusi dengan jajaran pelatih. Pembahasan mencakup perkembangan program pembinaan, kebutuhan atlet, dan langkah yang harus disiapkan sebelum keberangkatan menuju Asian Games 2026.

Pelatnas Mandiri Jadi Senjata Indonesia

PP PSTI memilih Parepare sebagai lokasi pemusatan latihan nasional secara mandiri. Fasilitas dan lingkungan latihan di kota tersebut dinilai mampu membantu atlet menjalani program dengan lebih fokus.

Suasana yang kondusif juga memberi ruang bagi pemain dari berbagai daerah untuk membangun kekompakan. Faktor itu penting karena sepak takraw sangat mengandalkan koordinasi, komunikasi, dan ketepatan kerja sama antarpemain.

Todotua melihat perkembangan positif setelah menyaksikan sesi latihan secara langsung. Menurut dia, program pembinaan yang berjalan konsisten membuka peluang bagi Indonesia untuk kembali menyumbangkan medali.

"Melihat persiapan yang dilakukan, kami cukup percaya diri bahwa sepak takraw memiliki peluang untuk menyumbangkan medali bagi Indonesia di Asian Games 2026. Pembinaan yang dijalankan juga berkesinambungan dan menjadi fondasi yang baik untuk meningkatkan prestasi di level internasional," ucap Todotua dikutip dari rilis resmi NOC Indonesia, Rabu (29/7/2026).

Meski target medali secara terperinci belum diumumkan, fokus utama saat ini adalah menjaga kualitas persiapan. Atlet diharapkan dapat menjalani latihan tanpa terganggu persoalan teknis maupun nonteknis.


Fokus Atlet Dijaga Menuju Jepang

Koordinasi antara CdM, Komite Olimpiade Indonesia atau NOC Indonesia, dan pengurus cabang olahraga terus diperkuat. Langkah tersebut diperlukan agar seluruh kebutuhan kontingen dapat dipetakan dan diselesaikan lebih awal.

Todotua menegaskan tugas tim pendukung bukan hanya mengurus keberangkatan. Mereka juga harus memastikan atlet dapat berkonsentrasi penuh selama menjalani persiapan dan pertandingan.

"Kami ingin memastikan tidak ada persoalan di luar lapangan yang mengganggu fokus atlet. Tugas kami adalah menjaga atlet untuk fokus dan mengoordinasikan seluruh kebutuhan kontingen sehingga saat berada di Asian Games nanti, atlet hanya perlu memikirkan satu hal, yaitu memberikan penampilan terbaik untuk Indonesia," tutupnya.

Hasil di Hangzhou kini menjadi catatan pembanding, bukan jaminan keberhasilan di Aichi-Nagoya. Sepak takraw Indonesia masih harus melewati persiapan panjang untuk menghadapi kekuatan-kekuatan utama Asia.

Pelatnas di Parepare menjadi titik penting dalam upaya tersebut. Tim putra dan putri kini dituntut meningkatkan kualitas permainan agar peluang medali Asian Games 2026 tidak berhenti sebagai harapan.

Topik Menarik