Tangis Lionel Messi Pecah usai Argentina Gagal Juara, Masih Main di Piala Dunia 2030?
NEW JERSEY, iNews.id – Tangis Lionel Messi pecah setelah Timnas Argentina kalah 0-1 dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026 di New York New Jersey Stadium, Amerika Serikat, Senin (20/6/2026) dini hari WIB. Megabintang berusia 39 tahun itu sempat melempar senyum getir saat berjabat tangan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan menerima medali runner-up.
Messi kemudian berjalan meninggalkan panggung yang berdiri di atas lapangan. Ketika kenyataan pahit kekalahan mulai terasa, dia tidak lagi mampu menahan air mata.
Adegan tersebut ditampilkan melalui layar besar di dalam stadion. Ribuan pendukung yang memilih bertahan meski harus menghadapi perjalanan panjang dan padat menuju rumah memberikan tepuk tangan kepada kapten Argentina itu.
Final tersebut bukan penampilan terbaik Messi. Dia dibuat kesulitan oleh pertahanan Timnas Spanyol, sementara Argentina tidak mampu memberikan ancaman lain untuk mengimbangi permainan lawan.
Tembakan pertama Argentina bahkan baru tercipta pada menit ke-117. Upaya tersebut dilepaskan Messi, tetapi tidak mampu menyelamatkan La Albiceleste dari kekalahan dan kegagalan mempertahankan gelar.
Meski tampil tanpa pengaruh besar di final, Messi menjalani perjalanan luar biasa sepanjang Piala Dunia 2026. Dia seperti memutar kembali waktu dengan menampilkan turnamen paling produktif dalam enam kali keikutsertaannya di Piala Dunia.
Pemain Inter Miami tersebut mampu mengecoh lawan-lawan yang usianya jauh lebih muda. Messi juga menjadi tokoh utama dalam perjalanan Argentina hingga kembali mencapai pertandingan puncak.
Messi Belum Pastikan Tampil di Piala Dunia 2030
Karier Messi di Piala Dunia selalu dibayangi pertanyaan mengenai kapan dia akan berhenti. Namun, setelah final 2026, jawaban mengenai peluang tampil pada Piala Dunia 2030 tetap belum tersedia.
Messi sebelumnya menolak memastikan keikutsertaannya di Piala Dunia 2026 sampai menjelang turnamen dimulai. Dia kemudian mengaku telah mempersiapkan perjalanan dalam kompetisi tersebut selama satu tahun.
Sikap itu berbeda dibandingkan ketika Argentina tampil di Qatar. Saat itu, Messi berulang kali menyebut Piala Dunia 2022 sebagai penampilan terakhirnya sebelum kemudian menarik kembali pernyataan tersebut.
Kali ini, Messi memilih memberikan jawaban lebih terbuka ketika ditanya mengenai masa depannya bersama Argentina.
“Saya tidak tahu. Sejujurnya, saya tidak memikirkan hal tersebut sekarang. Rasanya masih cukup jauh. Seperti yang saya katakan, saya menjalani semuanya hari demi hari dan fokus pada saat ini,” kata Messi, dikutip dari Fotmob.
“Saya akan terus bermain selama masih bisa memberikan kontribusi, merasa baik secara fisik, dan membantu rekan-rekan satu tim. Saya akan terus bermain,” tuturnya.
Messi kemudian mendapat perbandingan antara hidupnya dengan permainan video dalam percakapan ringan bersama seorang jurnalis. Setiap pertandingan dianggap seperti membuka level baru.
“Saya sudah menyelesaikan permainan itu pada Piala Dunia sebelumnya,” kata Messi sambil tersenyum.
“Sudah selesai. Permainannya berakhir. Saya sudah tamat,” ucapnya.
Tidak ada pernyataan lanjutan dari Messi setelah Argentina kalah di final. Dia meninggalkan turnamen dengan cara serupa seperti saat memulainya, berjalan paling depan sendirian sementara rekan-rekan setim mengikuti dari belakang.
Piala Dunia 2026 menjadi edisi paling produktif bagi Messi. Dia mencatat delapan gol dan empat assist untuk membawa Argentina kembali ke final, meski perjalanan tersebut berakhir dengan kekalahan dari Spanyol.
Messi masih menjadi figur sentral dalam skuad Argentina, tetapi usia membuat masa depannya terus dipertanyakan. Ketika Piala Dunia 2030 dimulai, dia akan berusia 43 tahun.
Untuk saat ini, Messi belum menutup pintu sepenuhnya. Selama masih merasa bugar dan mampu membantu tim, peluang dia melanjutkan karier internasional tetap terbuka.
Rekor Lionel Messi di Piala Dunia
2006: 1 gol, 1 assist, Perempat final
2010: 0 gol, 1 assist, Perempat final
2014: 4 gol, 1 assist, Final
2018: 1 gol, 2 assist, 16 besar
2022: 7 gol, 3 assist, Juara
2026: 8 gol, 4 assist, Final










