Mikel Merino, Supersub yang Tak Ingin Kejar Popularitas
Gelandang Timnas Spanyol, Mikel Merino, mengakui bahwa menghentikan Lionel Messi akan menjadi tantangan terbesar bagi La Roja saat menghadapi Argentina pada final Piala Dunia 2026 di Stadion New York, Senin (20/7/2026) WIB. Merino menilai duel melawan kapten Argentina bukan hanya ujian berat, tetapi juga menjadi motivasi besar bagi seluruh skuad Spanyol yang berambisi merebut gelar juara dunia.
"Ini tantangan besar dan motivasi luar biasa bagi saya maupun seluruh tim. Bermain melawan Argentina, juara bertahan Piala Dunia, membuat pertandingan ini semakin spesial," ujar Merino dalam konferensi pers dikutip dari Al Jazeera, Sabtu (18/7/2026).
Messi kembali tampil luar biasa sepanjang turnamen. Kapten Argentina itu telah mengoleksi delapan gol dan menjadi top skor sementara bersama Kylian Mbappe. Pada semifinal melawan Inggris, pemain berusia 39 tahun tersebut menciptakan dua assist yang membawa Albiceleste menang 2-1.
Baca Juga:Top Skor Piala Dunia 2026: Mampukah Messi Goyang Dominasi Eropa?
Sebelumnya, Messi juga menjadi inspirasi kebangkitan dramatis Argentina saat membalikkan ketertinggalan 0-2 menjadi kemenangan 3-2 atas Mesir pada babak 16 besar. Di kubu Spanyol, Merino juga tampil sebagai sosok penting meski lebih sering memulai pertandingan dari bangku cadangan. Gelandang Arsenal itu mencetak gol kemenangan pada menit-menit akhir saat La Roja menyingkirkan Portugal di babak 16 besar dan Belgia di perempat final. Meski beberapa kali menjadi penentu kemenangan, Merino menegaskan dirinya tidak mengejar status sebagai pahlawan.
"Saya percaya pada kemampuan sendiri dan selalu yakin bisa memberi dampak ketika masuk ke lapangan. Namun yang terpenting bukan siapa pencetak gol atau pahlawannya, melainkan tim bisa menang. Gelar juara adalah milik seluruh tim, bukan hanya sebelas pemain yang menjadi starter," katanya.
Baca Juga:FIFA Hadiahkan Cincin Juara di Final Piala Dunia 2026
Merino juga menaruh perhatian pada rekan setimnya, Lamine Yamal. Menurutnya, winger muda berusia 19 tahun itu memiliki talenta luar biasa dan siap menjalani pengalaman pertama menghadapi Messi dalam laga yang mempertemukan salah satu ikon sepak bola dunia dengan bintang masa depan.
Ia memprediksi final akan berlangsung sangat sengit dan penuh duel fisik sehingga wasit memiliki peran penting dalam menjaga jalannya pertandingan. "Ini akan menjadi pertandingan yang sangat intens. Wasit harus mampu mengendalikan intensitas tekel dan pelanggaran. Semakin cepat kami mengalirkan bola, semakin sedikit kesempatan lawan untuk melakukan pelanggaran," ujar Merino.
Merino juga mengaku tidak memiliki banyak kenangan tentang keberhasilan Spanyol menjuarai Piala Dunia 2010 karena saat itu masih muda. Namun, ia merasa bangga memiliki kesempatan membawa negaranya kembali ke partai final dan berharap generasi sekarang dapat menginspirasi anak-anak seperti tim juara 2010 dulu menginspirasinya.
"Mewakili negara di final Piala Dunia adalah sesuatu yang luar biasa. Kami ingin menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya," imbuh Merino.









