Kasus Kartu Merah Balogun Mirip Ronaldo, Dispensasi FIFA Kembali Disorot
NEW YORK, iNews.id – Kasus kartu merah Folarin Balogun mengikuti jejak Cristiano Ronaldo. FIFA kembali membekukan hukuman larangan bermain di Piala Dunia 2026, keputusan sensasional yang menegaskan pola dispensasi berulang di turnamen terbesar dunia.
Penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, sebelumnya diganjar kartu merah langsung saat AS menumbangkan Bosnia-Herzegovina pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Dia dianggap melakukan kontak fisik terhadap bek Bosnia, Tarik Muharemovic, sehingga harus meninggalkan lapangan lebih cepat.
Kartu merah tersebut sejatinya membuat Balogun terancam absen pada laga superkrusial babak 16 besar melawan Belgia. Absennya Balogun berpotensi menjadi pukulan besar bagi Amerika Serikat yang sedang memburu sejarah di fase gugur.
Namun FIFA kembali membuat kejutan. Pada Minggu (5/7) waktu setempat, Komite Disiplin FIFA menerapkan Pasal 27 Kode Disiplin FIFA dan memutuskan membekukan hukuman kartu merah Balogun.
Shin Tae-yong Jadi Pelatih Baru Persija?
Keputusan itu membuat Balogun tetap bisa tampil menghadapi Belgia. Hukuman larangan bermain hanya akan diberlakukan jika dia melakukan pelanggaran serupa dalam jangka waktu 12 bulan ke depan, skema yang identik dengan dispensasi yang sebelumnya diberikan kepada Cristiano Ronaldo.
Pola Lama: Balogun Mengulang Kasus Ronaldo
Kasus Balogun langsung mengingatkan publik pada perlakuan FIFA terhadap Cristiano Ronaldo sebelum Piala Dunia 2026 bergulir. Saat itu, Ronaldo dijatuhi sanksi larangan bermain tiga pertandingan akibat pelanggaran keras bersama Portugal.
Namun FIFA hanya memberlakukan satu larangan pertandingan, sementara dua sanksi lainnya dibekukan dengan mekanisme yang sama. Ronaldo telah menjalani satu hukuman tersebut dalam laga Portugal versus Armenia pada Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Skema ini membuat Ronaldo tetap bisa tampil di laga pembuka Portugal pada Piala Dunia 2026, selama tidak mengulangi pelanggaran sejenis dalam satu tahun. Pola dispensasi inilah yang kini kembali diterapkan pada kasus Balogun.
Dominasi Tanpa Cela! Cipta Cendikia FA dan Putri JP Juara Hydroplus Soccer League Jakarta 2025/2026
Mengutip laporan The Independent, Komite Disiplin FIFA menegaskan pembekuan sanksi akan otomatis dicabut jika pemain kembali melakukan pelanggaran yang sama atau lebih berat. Jenis pelanggaran itu mencakup tindakan penyerangan seperti menyikut, memukul, menendang, menggigit, meludah, atau menyerang lawan secara fisik.
Keputusan FIFA terkait Balogun langsung memicu reaksi keras dari Belgia. Federasi Sepak Bola Belgia menyatakan terkejut dan membuka opsi hukum sebagai bentuk protes atas keputusan yang dinilai sepihak dan berdampak langsung pada keseimbangan kompetisi.
Sebaliknya, keputusan ini disambut hangat di Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump secara terbuka memuji FIFA melalui Truth Social dan menilai pembekuan kartu merah Balogun sebagai langkah adil.
Dengan dua kasus besar dalam satu siklus Piala Dunia, dispensasi FIFA terhadap Ronaldo dan Balogun kini menjadi sorotan global. Publik pun mempertanyakan konsistensi penegakan disiplin, terutama saat keputusan tersebut berpengaruh langsung pada laga-laga krusial fase gugur.










