Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Tragedi kembali membayangi penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Seorang pengunjung tewas dan satu lainnya mengalami luka kritis setelah terjadi aksi penembakan di kawasan fan zone Piala Dunia di San Pedro Square, San Jose, California, Amerika Serikat, Minggu (29/6) malam waktu setempat.
Kepolisian San Jose mengonfirmasi bahwa satu korban meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara korban lainnya dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi mengancam jiwa. Aparat menyatakan kasus tersebut kini ditangani sebagai penyelidikan pembunuhan (homicide), sementara sejumlah ruas jalan di sekitar lokasi ditutup untuk kepentingan olah tempat kejadian perkara.
Meski berada di area yang dijadikan pusat berkumpul para suporter Piala Dunia, insiden itu tidak terjadi saat pertandingan sedang berlangsung. Laga Piala Dunia terakhir pada hari tersebut telah berakhir sekitar pukul 14.00 waktu setempat. Namun, San Pedro Square dikenal sebagai salah satu kawasan hiburan paling ramai di wilayah Teluk San Francisco dan menjadi lokasi favorit para penggemar sepak bola selama turnamen berlangsung.
Seorang jurnalis Reuters yang berada di lokasi melaporkan adanya pengamanan ketat dengan puluhan kendaraan polisi memenuhi area kejadian. Lokasi langsung dipasangi garis polisi, sementara sebagian besar bar dan tempat hiburan di sekitar kawasan tersebut ditutup setelah insiden. Seorang petugas keamanan yang enggan disebutkan namanya mengaku melihat salah satu korban masih dalam kondisi sadar sesaat setelah penembakan. Menurutnya, korban mengalami luka di bagian leher dan punggung atas sebelum akhirnya dievakuasi petugas medis.
Insiden ini menambah daftar kasus kekerasan yang mencoreng gelaran Piala Dunia 2026. Sebelumnya, sejumlah insiden penembakan juga dilaporkan terjadi di beberapa kota tuan rumah selama turnamen berlangsung, termasuk di Kansas City. Hingga kini, polisi masih memburu pelaku dan belum mengungkap motif di balik penembakan tersebut.









