Susy Susanti Jadi Ketum PB Jaya Raya Gantikan Rudy Hartono
JAKARTA - Susy Susanti ditunjuk menjadi Ketua Umum Perkumpulan Bulutangkis (PB) Jaya Raya. Ia menggantikan posisi yang sebelumnya diduduki Rudy Hartono.
1. Ketum PB Jaya Raya
Rudy Hartono merupakan maestro bulutangkis juara delapan kali All England. Ia menjabat ketua umum Jaya Raya sejak klub berdiri di Jakarta, 26 Juli 1976. Ia digantikan ratu bulutangkis peraih medali emas pertama Indonesia di Olimpiade Barcelona 1992, Susy Susanti.
Pergantian pucuk pimpinan itu tepat ketika PB Jaya merayakan HUT Ke-50. Pengumuman perubahan figur kunci pada struktur organisasi klub Jaya Raya ini dilakukan dalam sebuah acara di Gedung Jaya, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Senin, 29 Juni 2026.
Menurut Ketua Pengurus Yayasan Pembangunan Jaya Raya, Budi Karya Sumadi, pergantian tersebut merupakan bentuk transisi kepemimpinan.
Daftar 19 Pemain Timnas Futsal Indonesia U-17 untuk VI Nations 2026, Talenta Baru Bermunculan
"PB Jaya Raya tahun ini tengah memasuki babak baru. Yaitu, dengan hadirnya kepemimpinan baru, sekaligus memperkenalkan wajah-wajah muda yang diharapkan mampu menjadi penerus prestasi besar Jaya Raya di masa depan," tutur Budi Karya, dalam keterangannya.
Serah terima jabatan dilakukan dengan secara simbolik Rudy kepada Susy. Pada momen yang sama, Imelda Wigoeno yang menjabat sebagai Ketua Harian Jaya Raya sejak 2014 digantikan darah baru Rosiana Tendean.
Imelda adalah anggota tim Indonesia juara Piala Uber 1975. Dia juga peraih emas Asian Games 1978 di Bangkok, juara All England 1979, dan juara Kejuaraan Dunia 1980. Pada 2014 dia naik jabatan untuk menggantikan Retno Kustiyah yang menjadi ketua harian Jaya Raya sejak berdiri 1976.
Sementara Rosiana, memiliki catatan mengkilap sebagai pemain ganda putri dan campuran. Banyak prestasi yang dia raih sepanjang kurun waktu 1983 hingga 1994. Rosi juga salah satu pahlawan Indonesia yang merebut Piala Uber 1994.
2. Emban Amanah
Menurut Susy, amanah ini merupakan sebuah kehormatan besar bagi dirinya. Meskipun demikian, ada tanggung jawab besar yang harus diemban, mengingat Jaya Raya adalah klub berprestasi.
"Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya. Ini merupakan sebuah kehormatan besar bagi saya yang diberi amanah menjadi Ketua Umum PB Jaya Raya menggantikan Ko Rudy Hartono. Tentu ini menuntut tanggung jawab yang sangat besar," ujar Susy.
"Bagi saya, bulutangkis adalah segalanya. Saya lahir dari Jaya Raya. Setelah menjadi atlet, kemudian pensiun, saya juga melanjutkan perjalanan dengan membina atlet-atlet muda. Karena itu, saya merasa seperti kembali ke rumah sendiri. Jaya Raya adalah rumah saya. Saya dibesarkan di sana. Saya ingin memberikan kembali kepada klub yang telah membesarkan saya. Harapan saya, pengalaman dan prestasi yang pernah saya raih dapat saya tularkan kepada anak-anak agar mereka mampu meraih prestasi, tidak hanya untuk klub dan Indonesia, tetapi juga di tingkat dunia," lanjut Susy.
Dikatakan Rudy, proses transisi ini merupakan hal biasa. Apalagi, dirinya telah menjadi nakhoda Jaya Raya sejak berdiri tahun 1976, sehingga butuh penyegaran kepemimpinan di klub.
"Dahulu saya dan Retno Kustiyah sejak 1976 telah membangun Jaya Raya dari nol. Kini Jaya Raya telah mengukir berbagai prestasi besar. Pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih kepada Jaya Raya yang telah memberi kesempatan kepada saya membina hingga sekarang," kata Rudy.
"Transisi dan pergantian tongkat estafet kepemimpinan di klub Jaya Raya ini tentu sangat baik. Kami digantikan darah muda yang diharapkan bisa membuat prestasi yang lebih hebat lagi," harap Rudy.










