Indonesia Bungkam Korea Selatan di Kejuaraan Bulutangkis Junior Asia 2026
YATSUSHIRO, iNews.id – Tim bulutangkis junior Indonesia mengawali Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Asia atau BAJC 2026 dengan kemenangan meyakinkan atas Korea Selatan. Garuda Muda menang dua set langsung 2-0 dalam pertandingan fase grup di Yatsushiro City General Gymnasium, Yatsushiro, Jepang, Jumat (26/6/2026).
Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Indonesia pada awal perjalanan di BAJC 2026. Menghadapi Korea Selatan yang dikenal memiliki tradisi kuat di bulu tangkis, para pemain muda Merah Putih tampil percaya diri sejak set pertama.
Indonesia langsung mengambil kendali permainan pada set pembuka. Wakil Merah Putih menutup set pertama dengan skor telak 55-24 setelah seluruh pemain mampu menjalankan strategi dengan solid.
Pada set pertama, Halifia Usni Pratiwi/Aurelia Syakira Putri membuka jalan positif di sektor ganda putri. Setelah itu, Mayla Cahya Afilian Pratiwi, Fardhan Rainanda Joe, Raihan Daffa Edsel Pramono/Atresia Naufa Candani, serta Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono terus menjaga dominasi Indonesia.
Korea Selatan dibuat kesulitan mengembangkan permainan. Tekanan konsisten dari para pemain Indonesia membuat jarak poin terus melebar hingga set pertama menjadi milik Garuda Muda.
Sempat Tertinggal, Indonesia Bangkit di Set Kedua
Memasuki set kedua, Indonesia melakukan perubahan komposisi pemain di sektor ganda putri. Halifia/Aurelia kembali dipercaya turun, tetapi sempat kehilangan momentum setelah tertinggal 8-11 dari pasangan Korea Selatan, Kim Han Bi/Yeo Seo Young.
Situasi itu tidak membuat Indonesia panik. Mayla tampil tenang dan berhasil membalikkan keadaan menjadi 22-17. Momentum tersebut membuat kepercayaan diri Garuda Muda kembali terangkat.
Keunggulan Indonesia kemudian terus melebar melalui penampilan Fardhan, Moses Andar Simanjuntak/Atresia Naufa Candani, serta Joseph Marcellino Kyta/Anju Siahaan. Garuda Muda akhirnya menutup set kedua dengan skor 55-41.
Mayla mengaku lebih fokus sejak awal pertandingan. Dia menilai pendekatan nothing to lose membantu dia tampil lebih nyaman di lapangan.
Rehan/Gloria Tumbang di Singapore Open 2026, Comeback Setelah 9 Bulan Langsung Bikin Harapan Baru
“Di set satu, saya awal masuk lebih meningkatkan fokusnya main nothing to lose. Sudah masuk ke lapangan lebih fokus dan alhamdulillah bisa main enjoy,” kata Mayla dikutip dari rilis resmi PBSI, Jumat (26/6/2026).
“Di set dua, saya bertemu dengan lawan berbeda tapi saya lebih fokus menerapkan cara permainan yang kurang lebih sama,” tambahnya.
Atresia juga menilai kemenangan ini lahir dari fokus, keberanian, dan konsistensi para pemain Indonesia. Dia menyebut perubahan pasangan di set kedua membuat pola permainan sedikit berbeda, tetapi tim mampu beradaptasi dengan baik.
“Mungkin tadi lebih dari ke fokus, berani dan mencoba konsisten saja dari sayanya. Dan lebih yakin walau set satu dan set dua berbeda pasangan,” ujar Atresia.
Skuad Indonesia Diminta Tak Remehkan Macau
Manajer Tim Indonesia, Eskar Denatara, menyebut kemenangan atas Korea Selatan sangat penting untuk membangun mental pemain. Menurut dia, laga pertama selalu punya tantangan tersendiri, terlebih saat menghadapi lawan kuat.
“Pertama, kami bersyukur bahwa anak-anak bisa bermain dengan baik. Saya kira kemenangan ini sangat penting untuk menjadi modal secara psikis tentunya,” kata Eskar.
Eskar juga mengapresiasi kemampuan para pemain Indonesia keluar dari tekanan. Dia melihat beberapa pemain sempat canggung pada awal laga, tetapi mereka mampu memperbaiki permainan seiring pertandingan berjalan.
“Dan kalau kita lihat tadi secara overall, anak-anak mampu mengeluarkan semua performa terbaik. Beberapa masih ada yang canggung di awal tetapi kemudian saat pertandingan sudah berjalan, mereka mampu mengatasi kecanggungan itu,” tuturnya.
Tim bulu tangkis junior Indonesia selanjutnya akan menghadapi Macau China pada pertandingan kedua fase grup, Sabtu (27/6/2026). Laga ini menjadi ujian berikutnya bagi Garuda Muda untuk menjaga peluang melaju lebih jauh di BAJC 2026.
Eskar meminta para pemain tetap fokus dan tidak memandang remeh lawan. Meski Indonesia lebih diunggulkan di atas kertas, format gim 11 membuat segala kemungkinan masih bisa terjadi.
“Saya selalu katakan bahwa gim 11 itu kan, anything can happen. Menghadapi Macau China, di atas kertas mungkin sedikit lebih unggul tetapi pelajaran dari terjadi hari ini, bahwa anak-anak perlu tetap fokus konsentrasi,” pungkas Eskar.
Hasil Indonesia vs Korea Selatan di BAJC 2026
Set 1
Indonesia vs Korea Selatan 55-24
WD: Halifia Usni Pratiwi/Aurelia Syakira Putri vs Kim Han Bi/Yeo Seo Young 11-5
WS: Mayla Cahya Afilian Pratiwi vs Kim Bo Hye 22-6
MS: Fardhan Rainanda Joe vs Jeon Woo Ju 33-12
XD: Raihan Daffa Edsel Pramono/Atresia Naufa Candani vs Kim Tae Hyun/Yeo Seo Young 44-21
MD: Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono vs Lee Min Jae/Park Jung Bin 55-24
Set 2
Indonesia vs Korea Selatan 55-41
WD: Halifia Usni Pratiwi/Aurelia Syakira Putri vs Kim Han Bi/Yeo Seo Young 8-11
WS: Mayla Cahya Afilian Pratiwi vs Kwon Min Gyo 22-17
MS: Fardhan Rainanda Joe vs Jeong Da Hwan 33-21
XD: Moses Andar Simanjuntak/Atresia Naufa Candani vs Lee Min Jae/Yeo Seo Young 44-30
MD: Joseph Marcellino Kyta/Anju Siahaan vs Lee Min Jae/Park Jung Bin 55-41









