Blak-blakan, Marc Marquez Ungkap Alasan Setia Bersama Ducati hingga MotoGP 2028
MASA depan Marc Marquez secara resmi dipastikan tetap menunggangi motor pabrikan Ducati setidaknya hingga akhir musim MotoGP 2028. Keputusan ini diambil Marquez karena merasa aman dan mendapatkan penuh dari tim yang bermarkas di Borgo Panigale tersebut.
Meski sempat didera spekulasi musim dingin mengenai durasi kontraknya akibat cedera bahu di Sirkuit Mandalika tahun lalu, Marquez ternyata sudah menyepakati kontrak baru berdurasi dua tahun ini sejak beberapa bulan lalu. Pengumuman ini sengaja ditunda hingga kesepakatan komersial MSMA/MotoGP tercapai di Brno akhir pekan lalu.
Dengan demikian, pembalap Spanyol ini akan mengawal era baru mesin 850cc dan ban Pirelli bersama rekan setim barunya yang prospektif, Pedro Acosta.
1. Kepercayaan Penuh Ducati
Menanggapi perpanjangan masa baktinya di tim merah, Marc Marquez yang akan menginjak usia 35 tahun pada awal musim 2028 tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Baginya, Ducati bukan sekadar tim balap, melainkan sebuah keluarga besar yang mampu memberikan rasa aman yang ia butuhkan setelah melewati masa-masa sulit dalam kariernya.
"Saya merah. Saya sangat bahagia dengan kesepakatan baru bersama Ducati Lenovo Team ini dan untuk terus menjadi bagian dari keluarga ini. Ketika saya memutuskan bergabung dengan Ducati, saya yakin ini adalah proyek yang paling kompetitif. Mereka percaya pada saya, dan kami membangun hubungan berdasarkan kepercayaan dan kerja keras,” ujar Marquez, mengutip dari Crash, Rabu (24/6/2026).
Marquez juga sangat mengapresiasi bagaimana manajemen Ducati memperlakukannya selama proses negosiasi, terutama dalam memahami kondisi fisiknya.
"Dengan pembaruan ini, mereka sekali lagi menegaskan komitmen tersebut, menghormati waktu saya dan memberikan ketenangan pikiran yang saya butuhkan untuk mengambil keputusan yang tepat. Di tahun pertama kami bersama, kami berjuang untuk gelar dan memenanginya: sebuah hasil tak ternilai yang menegaskan bahwa jalur yang kami pilih sudah benar," tambahnya.
2. Ambisi Besar
Komitmen jangka panjang ini juga menjadi bukti bahwa gairah balap Marquez sama sekali belum padam. Meskipun ia sempat melewati masa-masa kelam berupa cedera patah lengan pasca inside Sirkuit Jerez di 2020, diplopia yang kambuhan, hingga puasa kemenangan lebih dari 1.000 hari bersama Honda, perjudian besarnya pindah ke Gresini Ducati dan berlanjut ke tim pabrikan telah memulihkan magisnya di atas lintasan.
Kini, setelah membuktikan dirinya mampu menjuarai MotoGP 2025 dan mengungguli Francesco Bagnaia, Marquez menatap masa depan dengan target yang jauh lebih tinggi. Terlebih lagi, kemenangan ganda di Hungaria dan podium tertinggi di Ceko baru-baru ini telah memangkas jaraknya menjadi 40 poin saja dari puncak klasemen, Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) menjelang balapan di MotoGP Belanda 2026.
"Saya terus berkompetisi karena saya mencintai olahraga ini dan saya ingin mencapai tujuan yang lebih ambisius lagi. Saya yakin ini adalah tempat yang tepat untuk melakukannya. Selama saya di sini, saya akan memberikan segalanya untuk mewarnai masa depan dengan warna merah,” tutup Marquez.









