Donyell Malen Dihujat jelang Piala Dunia 2026, Ronald Koeman Sampai Turun Tangan Membela

Donyell Malen Dihujat jelang Piala Dunia 2026, Ronald Koeman Sampai Turun Tangan Membela

Olahraga | inews | Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:03
share

ROMA, iNews.id – Donyell Malen mendapat sorotan tajam menjelang Piala Dunia 2026 meski tampil luar biasa bersama AS Roma. Pelatih Timnas Belanda Ronald Koeman bahkan harus turun tangan membela penyerang berusia 27 tahun tersebut.

Malen menjadi sasaran kritik setelah gagal memanfaatkan dua peluang emas dalam laga uji coba Belanda menjelang turnamen terbesar sepak bola dunia itu. Kritik tersebut muncul meski performanya di level klub sedang berada di puncak.

Malen bergabung dengan Roma dari Aston Villa pada bursa transfer Januari 2026. Awalnya dia datang dengan status pinjaman disertai opsi pembelian permanen.

Namun, opsi tersebut berubah menjadi kewajiban setelah Roma berhasil mengamankan tiket kompetisi Eropa. Klub Ibu Kota Italia itu kemudian mengikat Malen dengan kontrak hingga musim panas 2030.

Roma mengeluarkan dana sebesar 25 juta euro atau sekitar Rp514,85 miliar untuk mengamankan jasanya. Investasi tersebut terbukti tepat berkat kontribusi besar yang diberikan sang pemain.


Bersinar di Roma, Tetap Dikritik di Timnas Belanda

Malen menjadi sosok penting dalam keberhasilan Roma lolos ke Liga Champions 2026-2027. Kehadirannya membuat lini serang Giallorossi jauh lebih tajam pada paruh kedua musim 2025-2026.

Dia mencetak 14 gol hanya dalam 18 penampilan Serie A. Catatan tersebut membuat Malen finis sebagai pencetak gol terbanyak kedua Liga Italia secara bersama-sama, hanya terpaut tiga gol dari Lautaro Martinez yang meraih gelar Capocannoniere.

Meski tampil tajam di Italia, kritik tetap menghampiri saat dia membela Timnas Belanda. Koeman mengakui penyelesaian akhir Malen dalam laga persahabatan terakhir memang belum maksimal.

"Dia sudah menunjukkan kalau dia bisa mencetak gol. Dia tidak tiba-tiba lupa caranya mencetak gol. Yang lebih mengkhawatirkan jika komitmennya menurun. Namun itu tidak terjadi," ujar Koeman, dikutip dari Football Italia.

Pelatih berusia 63 tahun itu juga menegaskan efektivitas tetap menjadi faktor penting dalam sepak bola. Menurut dia, penyelesaian akhir para pemain Belanda memang masih perlu ditingkatkan.

"Namun, efektivitas sangat menentukan dalam sepak bola. Itu memang sangat rendah, terlalu rendah," tuturnya.

Koeman bahkan sempat melontarkan candaan saat ditanya soal mandulnya lini depan Belanda. Dia menyebut asisten pelatih Ruud van Nistelrooy mungkin ikut bertanggung jawab atas situasi tersebut.

"Dia sudah berada di sini sejak Februari, mungkin ini kesalahannya," kata Koeman sambil bercanda kepada media.

Koeman kemudian memuji dedikasi mantan striker Manchester United dan Real Madrid tersebut. Menurut dia, Van Nistelrooy bekerja setiap hari menganalisis video bersama para pemain untuk membantu meningkatkan kualitas penyelesaian akhir tim.

"Saya melihat dia setiap hari dengan laptopnya, duduk bersama para pemain, menunjukkan video, dan berbicara tentang pilihan yang mereka ambil. Ruud memiliki pengalaman luar biasa dan bisa sangat membantu kami," ungkapnya.

Topik Menarik