Fajar Alfian Kecewa Berat Tersingkir Dini di Indonesia Open 2026: Penampilan Terburuk Bareng Shohibul Fikri

Fajar Alfian Kecewa Berat Tersingkir Dini di Indonesia Open 2026: Penampilan Terburuk Bareng Shohibul Fikri

Olahraga | okezone | Rabu, 3 Juni 2026 - 21:11
share

JAKARTA – Fajar Alfian kecewa berat usai tersingkir di babak pertama Indonesia Open 2026 Super 1000. Ia merasa itu adalah penampilan terburuk selama berduet dengan Muhammad Shohibul Fikri dalam setahun terakhir.

Bertanding di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026), Fajar/Fikri tak mampu mengembangkan permainan terbaiknya. Mereka menyerah dalam dua gim langsung dengan skor 13-21 dan 14-21, dari Chen Bo Yang/Liu Yi.

1. Terburuk

Hasil tersebut membuat Fajar sangat kecewa dengan penampilannya. Bahkan, ia menyebut pertandingan melawan Chen/Liu sebagai performa terburuk sejak dipasangkan dengan Fikri.

"Mohon maaf kami belum bisa maju ke babak berikutnya. Hari ini mungkin bisa dibilang penampilan paling buruk sejak saya pasangan sama Fikri," kata Fajar usai pertandingan, Rabu (3/6/2026).

Menurut pria asal Jawa Barat itu, lawan tampil jauh lebih siap sejak awal pertandingan. Chen/Liu dinilai memiliki pertahanan yang sangat rapat dan mampu melakukan transisi menyerang dengan efektif.

"Lawan bermain sangat siap, sangat baik. Mereka bermain defense, balik serang. Mereka mempunyai defense yang sangat rapat dan serangan kami juga tidak bisa menembus," tutur Fajar.

Pria berusia 31 tahun itu mengakui dirinya dan Fikri terlalu memaksakan permainan cepat untuk segera mengakhiri reli. Strategi tersebut justru menjadi bumerang karena banyak menghasilkan kesalahan sendiri.

"Kami ingin cepat-cepat mematikan, malah jadi bumerang buat kami sendiri. Banyak melakukan kesalahan sendiri," jelas Fajar.

Saat ditanya mengenai kemungkinan faktor kelelahan akibat tampil di dua turnamen beruntun, Fajar menepis anggapan tersebut. Ia menilai kekalahan kali ini tidak berkaitan dengan jadwal padat yang dijalani.

"Kalau efek back to back turnamen itu sudah biasa, tergantung pemainnya bisa jaga kondisi atau tidak," imbuh mantan duet Muhammad Rian Ardianto tersebut.

 

2. Alternatif Strategi

Fajar menjelaskan tim pelatih sebenarnya telah memberikan sejumlah alternatif strategi selama pertandingan berlangsung. Mereka juga sempat mencoba bermain lebih sabar dengan pola bertahan untuk keluar dari tekanan lawan.

"Dari pelatih tadi banyak beberapa opsi untuk mengubah strategi. Kami juga sudah mencoba bertahan dulu, tapi memang itu bukan strategi kami bermain," ujar Fajar.

Senada dengan Fajar, Fikri menilai dirinya dan sang partner sudah berusaha semaksimal mungkin sepanjang laga. Namun, pasangan China tampil sangat solid sehingga sulit ditembus.

"Usaha pasti ada, dari awal juga kami selalu berusaha. Cuma memang di saat kami sedang berusaha, mereka juga bermain sangat solid, defense mereka sangat kuat," kata Fikri.

Kekalahan ini membuat Fajar/Fikri gagal melangkah lebih jauh di turnamen level Super 1000 tersebut. Mereka pun harus mengakhiri perjuangan di hadapan publik Istora lebih cepat dari yang diharapkan.

Topik Menarik