Kisah Ratu Bulu Tangkis Thailand Ratchanok Intanon, Anggap Negeri Jiran Rumah Kedua Usai Rebut Gelar Ketiga di Malaysia
BUKIT JALIL – Bintang bulu tangkis Thailand, Ratchanok Intanon, menganggap Malaysia bukan sekadar tempat bertanding, melainkan tempat bernaung yang penuh kehangatan. Tunggal putri peringkat 7 dunia tersebut baru saja mengukuhkan dominasinya dengan merengkuh trofi Malaysia Masters untuk ketiga kalinya di Unifi Arena, Bukit Jalil.
Dalam laga final, Ratchanok tampil memukau dengan menumbangkan unggulan keempat asal China, Chen Yufei, lewat permainan dua gim langsung 21-17, 21-15. Kemenangan ini mencatatkan namanya sebagai tunggal putri paling sukses dalam sejarah turnamen, melampaui capaian P.V. Sindhu (India) dan Wang Zhi Yi (China) yang masing-masing mengoleksi dua gelar.
Kini, rekornya hanya berada di bawah legenda tuan rumah, legenda tunggal putra Malaysia, Lee Chong Wei, yang mengoleksi lima gelar juara.
1. Kenyamanan di Rumah Kedua
Malaysia memang memiliki ikatan batin yang kuat dengan Ratchanok. Di negara inilah ia sempat memenangkan salah satu dari tiga gelar Juara Dunia Junior miliknya pada tahun 2009 silam di Alor Setar. Ungkapan rasa cintanya pada Malaysia pun ia tumpahkan usai laga final.
"Ini sudah seperti rumah kedua, saya bisa katakan begitu. Suasananya sangat mirip dengan Thailand. Terkadang saat bermain di Thailand Open, saya bertanding di bawah tekanan besar. Namun di sini, saya bisa bermain dengan sangat rileks dan menunjukkan permainan yang benar-benar saya inginkan,” ungkap Ratchanok, melansir dari New Straith Times, Selasa (26/5/2026).
Keberhasilan ini sekaligus memutus tren buruk empat kekalahan beruntun Ratchanok dari Chen Yufei, yang merupakan mantan peraih medali emas Olimpiade. Pencapaian ini terasa kian emosional mengingat Ratchanok sempat ragu untuk tampil di Kuala Lumpur setelah mengikuti Thailand Open 2026 pekan lalu.
Ratchanok mengaku masih dibayangi ketakutan akan cedera lama yang sempat mengganggu fisiknya. Namun, dengan mentalitas yang positif, ia berhasil melangkah maju dan meraih gelar perdana World Tour-nya tahun ini.
2. Selebrasi Unik
Selain performa gemilang di lapangan, pebulu tangkis berusia 31 tahun yang akrab disapa May ini juga mencuri perhatian lewat aksi selebrasinya yang jenaka. Sepanjang pekan turnamen, ia sempat memamerkan gestur tidur dan tren viral "6-7" yang sangat populer di kalangan generasi Alpha.
Ratchanok menjelaskan bahwa selebrasi tidur itu spontan ia lakukan karena harus bertanding hingga larut malam sekira pukul 10 atau 11 malam, sebagai tanda ucapan 'selamat tidur' kepada penonton. Sementara untuk tren "6-7", ia sengaja melakukannya untuk mendekatkan diri dengan para penggemar muda.
"Tren 6-7 itu sedang viral di kalangan Gen Alpha. Jadi saya merasa bisa memenangkan hati mereka. Ketika mereka memanggil nama saya, 'Intanon 6-7', saya merasa kembali muda dan sangat menikmati bermain di sini," tutup Ratchanok Intanon.










