Dari Serie A ke Eropa: Como Kejar Pemain Italia Mahal dan Renovasi Stadion Besar-besaran
COMO, iNews.id - Como menargetkan langkah besar di Eropa dengan rencana merekrut lebih banyak pemain Italia dan mempercepat renovasi Stadio Sinigaglia agar memenuhi standar kompetisi UEFA musim depan.
Klub yang dimiliki Mirwan Suwarso itu mencatat sejarah setelah berhasil lolos ke kompetisi Eropa untuk pertama kalinya dan masih berpeluang mengejar tiket Liga Champions.
Como 1907 kini hanya terpaut dua poin dari Roma dan Milan di posisi empat besar, membuat persaingan menuju Liga Champions semakin panas.
Ambisi Eropa dan Renovasi Stadion Besar
Suwarso menegaskan klub tengah menyiapkan proyek besar untuk memperbarui Stadio Sinigaglia agar sesuai regulasi UEFA. Proses renovasi direncanakan dimulai setelah laga kontra Parma dan ditargetkan selesai akhir musim panas.
“Kami berharap begitu. Kami menargetkan pekerjaan renovasi selesai pada akhir musim panas. Pekerjaan bisa dimulai segera setelah pertandingan Minggu melawan Parma,” ujar Suwarso kepada Gazzetta.
Langkah ini menjadi krusial karena tanpa pembaruan stadion, Como tidak bisa menggelar laga Eropa di kandang sendiri.
Di sisi lain, Como hanya membutuhkan satu poin dari dua laga tersisa untuk mengunci tiket Liga Europa, meski peluang ke Liga Champions masih terbuka.
Strategi Transfer: Banyak Italia, Banyak Tantangan
Suwarso menegaskan klub akan melakukan penyesuaian skuad untuk menghadapi tiga kompetisi musim depan. Namun dia menolak anggapan bahwa Como harus membangun tim dari nol.
“Kami sudah punya identitas yang kuat. Inti tim sudah ada. Akan ada 23 pemain kembali dari masa peminjaman, dan kami harus mencari solusi terbaik agar transfer tetap berkelanjutan,” ujarnya.
Dia juga menyoroti pentingnya keseimbangan finansial dalam membangun klub modern. Menurut dia, kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran.
“Kami tidak peduli apa kata orang. Tentu memiliki sumber daya membantu, tetapi sepak bola penuh contoh di mana itu tidak selalu menghasilkan kesuksesan,” kata dia.
Target utama Como adalah menjadi klub yang sehat secara finansial dalam dua hingga tiga tahun ke depan tanpa kehilangan daya saing.
Soal kemungkinan mempertahankan Nico Paz jika lolos Liga Champions, Suwarso menegaskan keputusan berada di tangan Real Madrid.
Pemain Italia Jadi Fokus, Tapi Harga Jadi Masalah
Como juga menargetkan penambahan pemain lokal untuk memenuhi regulasi UEFA. Klub bahkan sudah mendatangkan beberapa pemain Italia pada musim sebelumnya.
“Kami selalu mencari lebih banyak pemain Italia. Kami membeli empat di musim pertama Serie A kami,” kata Suwarso.
Namun dia mengakui tantangan terbesar ada pada harga pemain lokal yang cukup tinggi dan sistem pembayaran yang tidak fleksibel.
“Masalahnya mereka mahal dan kami tidak bisa membayar secara cicilan. Kami sedang mengembangkan empat atau lima pemain Italia yang kami harap siap untuk tim utama,” ujarnya.
Dia juga menyebut beberapa nama pemain Italia yang dinilai menarik, namun di luar jangkauan finansial klub saat ini.
Filosofi Klub dan Hubungan di Sepak Bola Italia
Suwarso turut menyoroti atmosfer sepak bola Italia yang menurut dia sangat terbuka dan kolaboratif antar klub.
“Ini negara yang sangat ramah, seperti Indonesia sampai batas tertentu,” katanya.
Menlu Sugiono Terpilih sebagai Ketum PB IPSI, Menpora Erick Thohir Siap Kawal Pencak Silat Mendunia
Dia juga mengapresiasi banyak figur penting di sepak bola Italia yang memberi inspirasi dalam pengelolaan klub.
Dia menyebut nama seperti Percassi, Marotta, Fenucci, Lotito, hingga De Laurentiis sebagai sosok yang memberi banyak pelajaran.
Menurut dia, meski kompetisi di lapangan sangat ketat, hubungan di luar lapangan justru banyak diwarnai kerja sama dan pertukaran ide untuk mengembangkan liga.
Dengan ambisi besar di transfer, renovasi stadion, dan target Eropa, Como kini menjadi salah satu proyek paling menarik di sepak bola Italia musim ini.










