Ngeri! Tottenham Bisa Kehilangan Rp5,95 Triliun jika Degradasi dari Premier League
LONDON, iNews.id – Tottenham Hotspur terancam kehilangan hingga 250 juta poundsterling atau sekitar Rp5,95 triliun jika terdegradasi dari Premier League musim ini.
Ancaman tersebut muncul setelah Tottenham hanya bermain imbang 1-1 melawan Leeds United pada lanjutan Liga Inggris 2025-2026 di London Stadium, Selasa (12/5/2026) dini hari WIB.
Hasil itu membuat Spurs hanya unggul dua poin atas West Ham United yang berada di zona degradasi dengan dua pertandingan tersisa.
Secara matematis, Tottenham masih memegang kendali atas nasib sendiri. Jika mereka mampu menyamai atau melampaui hasil West Ham pada dua laga terakhir, klub asal London Utara itu akan tetap bertahan di Premier League.
Kerugian Tottenham Bisa Tembus Triliunan Rupiah
Pakar keuangan Stefan Borson mengungkapkan degradasi akan memberikan pukulan besar bagi keuangan Tottenham.
“Ini merupakan pukulan ganda, bukan hanya degradasi tetapi juga tidak ada pendapatan UEFA musim depan. Anda kehilangan 100 juta poundsterling dari UEFA dan 75 juta poundsterling dari kompetisi domestik. Pendapatan siaran yang saat ini sekitar 200 juta poundsterling akan turun menjadi 55 juta poundsterling. Artinya ada kehilangan 145 juta poundsterling,” katanya dalam podcast The Room Where it Happened, dikutip dari Sport Bible.
Akun The Touchline di X bahkan memperkirakan dampaknya bisa lebih besar. Tottenham disebut berpotensi kehilangan hingga 250 juta poundsterling atau sekitar Rp5,95 triliun akibat turunnya pendapatan hak siar, hilangnya uang dari Liga Champions, berkurangnya pemasukan hari pertandingan, serta kemungkinan penurunan nilai kontrak sponsor.
Dua Laga Penentuan Tottenham
Tottenham masih harus menghadapi Chelsea di Stamford Bridge pada laga berikutnya. Pada pekan terakhir, Spurs akan menjamu Everton yang masih memburu tiket kompetisi Eropa.
Di sisi lain, West Ham juga menghadapi jadwal berat. Mereka akan bertandang ke markas Newcastle United sebelum menjamu Leeds United pada pertandingan terakhir.
Dua pertandingan tersebut akan menentukan apakah Tottenham mampu bertahan di kasta tertinggi sepak bola Inggris atau justru mengalami salah satu musim paling mahal dalam sejarah klub.










