Pengakuan Valverde usai Ribut dengan Tchouameni, Real Madrid Tanpa Gelar Jadi Pemicu

Pengakuan Valverde usai Ribut dengan Tchouameni, Real Madrid Tanpa Gelar Jadi Pemicu

Olahraga | inews | Jum'at, 8 Mei 2026 - 12:45
share

MADRID, iNews.id – Federico Valverde mengakui musim buruk Real Madrid tanpa gelar menjadi pemicu emosinya memuncak hingga terlibat keributan dengan Aurelien Tchouameni dalam sesi latihan tim. Insiden tersebut membuat gelandang asal Uruguay itu mengalami cedera kepala dan harus absen selama 10 hingga 14 hari.

Situasi panas di internal Real Madrid mencuat setelah Valverde dan Tchouameni disebut sudah berselisih sejak Rabu. Ketegangan kemudian berlanjut hingga keduanya kembali terlibat adu argumen di ruang ganti setelah latihan pada Kamis waktu setempat.

Dalam insiden itu, Valverde mengalami luka di bagian kepala dan sempat menjalani pemeriksaan di rumah sakit. Real Madrid lalu mengonfirmasi pemain berusia 27 tahun tersebut mengalami trauma kranioensefalik.


Valverde Akui Frustrasi Tak Terbendung

Valverde akhirnya buka suara melalui akun media sosial pribadinya. Dia mengaku tekanan dan frustrasi akibat situasi tim membuat emosinya tidak terkendali.

“Kemarin saya mengalami insiden dengan rekan setim saat sesi latihan. Kelelahan akibat kompetisi dan frustrasi membuat semuanya terlihat lebih besar dari yang sebenarnya,” tulis Valverde, dikutip dari Sport Mole.

Dia juga menyoroti kondisi Real Madrid yang gagal meraih trofi musim ini. Menurut dia, tekanan besar membuat suasana di ruang ganti menjadi lebih sensitif dibanding biasanya.

“Dalam ruang ganti normal, hal seperti ini bisa terjadi dan biasanya diselesaikan secara internal tanpa menjadi konsumsi publik. Namun seseorang menyebarkan rumor dan dalam musim tanpa gelar, saat Real Madrid selalu menjadi sorotan, semuanya jadi dibesar-besarkan,” katanya.

Valverde membantah terjadi aksi saling pukul dengan Tchouameni. Dia menegaskan luka di dahinya muncul akibat tidak sengaja membentur meja saat adu argumen berlangsung.

“Hari ini kami kembali berselisih. Saat berdebat, saya tidak sengaja membentur meja hingga menyebabkan luka kecil di dahi dan membuat saya harus menjalani pemeriksaan rutin di rumah sakit,” ujarnya.

“Tidak ada momen rekan setim saya memukul saya, dan saya juga tidak memukul dia. Kemarahan dan frustrasi melihat sebagian dari kami berjuang keras hingga akhir musim membuat saya terpancing bertengkar dengan rekan sendiri,” tuturnya lagi.

Valverde mengaku sangat menyesali kejadian tersebut. Dia menyebut absennya akibat keputusan medis menjadi hal yang paling menyakitkan karena ingin tetap membantu Real Madrid hingga akhir musim.

“Saya benar-benar minta maaf karena situasi ini menyakitkan bagi saya. Real Madrid adalah salah satu hal paling penting dalam hidup saya dan saya tidak bisa bersikap biasa saja terhadap situasi ini,” tegasnya.

Topik Menarik