Sinergi Kemenpora dan Kemendiktisaintek Perkuat Ekosistem Olahraga di Kampus

Sinergi Kemenpora dan Kemendiktisaintek Perkuat Ekosistem Olahraga di Kampus

Olahraga | okezone | Minggu, 19 April 2026 - 01:14
share

KEMENPORA RI menjalin kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisantek) untuk memperkuat pengembangan olahraga di lingkungan perguruan tinggi. Ini diharapkan mampu menghadirkan solusi komprehensif bagi pembinaan atlet mahasiswa di Indonesia.

Menpora RI, Erick Thohir, menyampaikan kesepakatan tersebut menjadi langkah konkret dalam mendukung atlet kampus. Hal ini disampaikan dalam acara 'Penandatanganan Nota Kesepahaman Kemenpora dengan Kemendiktisantek' di Kantor Kemenpora, Jakarta, Jumat 17 April 2026.

"Hari ini (Jumat) kami mendapatkan kerja sama yang bisa benar-benar memberikan solusi menyeluruh kepada atlet kita (di perguruan tinggi)," ujar Erick dalam acara tersebut, dikutip Minggu (19/4/2026).

1. Momentum

Kesepakatan antara dua kementerian itu kemudian ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman bersama Mendiktisaintek Brian Yuliarto. Momentum ini dinilai penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam pengembangan olahraga nasional berbasis kampus.

Erick menjelaskan, salah satu poin utama kerja sama adalah optimalisasi beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Skema ini kini tidak hanya mendukung studi luar negeri, tetapi juga membuka peluang pendidikan di dalam negeri bagi para atlet.

Selain itu, kerja sama mencakup pemanfaatan fasilitas olahraga di kampus yang terintegrasi dengan sport science. Penguatan riset keolahragaan serta sinergi dalam penyelenggaraan kompetisi seperti Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) juga menjadi bagian penting.

Terkait Pomnas, Erick menegaskan penyelenggaraan berada di bawah Kemendiktisaintek. Sementara itu, Kemenpora berperan dalam menjaga kualitas dan standar kompetisi agar tetap kompetitif.

2. Maksimalkan Fasilitas

Melalui kolaborasi ini, Kemenpora berharap klub-klub olahraga di kampus dapat memaksimalkan fasilitas yang telah dibangun pemerintah pusat maupun daerah. Optimalisasi tersebut dinilai penting untuk mendukung pembinaan atlet secara berkelanjutan.

Erick juga menyampaikan apresiasi kepada Kemendiktisaintek atas dukungan dalam pengembangan olahraga nasional. Eks pemilik Inter Milan itu menilai kerja sama ini menjadi bukti pembangunan pemuda dan olahraga mendapat perhatian lintas kementerian.

Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang mendorong sinergi antarlembaga. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memastikan program berjalan optimal.

 

3. Tumbuhkan Budaya Olahraga di Kampus

Di sisi lain, Brian Yuliarto menekankan pentingnya menumbuhkan budaya olahraga di lingkungan kampus. Ia berharap mahasiswa dapat memiliki pola hidup sehat dan mampu bekerja secara maksimal.

Menurut Brian, perguruan tinggi juga memiliki peran strategis dalam mencetak atlet unggulan Indonesia. Kontribusi tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat prestasi olahraga nasional.

Menteri berusia 50 tahun itu menambahkan pengembangan riset keolahragaan menjadi salah satu fokus utama dalam kerja sama ini. Hal itu karena olahraga tidak dapat dipisahkan dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Brian berkomitmen mendorong dosen, peneliti, dan guru besar untuk mengembangkan kajian terkait sport science dan manajemen olahraga. Hasil penelitian tersebut nantinya dapat menjadi referensi bagi Kemenpora dalam merumuskan kebijakan.

Selain itu, perguruan tinggi dinilai mampu mengelola fasilitas olahraga secara berkelanjutan. Salah satunya adalah pemanfaatan venue bekas Pekan Olahraga Nasional (PON) agar tetap produktif.

"Itu juga sangat mungkin untuk kami kelola melalui perguruan tinggi sehingga utilitasnya dapat terjaga, termasuk juga pemeliharaannya tentu dapat terjaga," pungkas Brian.

Topik Menarik