Simon Grayson Bongkar Peran Unik di Timnas Indonesia: Jadi Mata di Langit

Simon Grayson Bongkar Peran Unik di Timnas Indonesia: Jadi Mata di Langit

Olahraga | inews | Kamis, 16 April 2026 - 11:45
share

JAKARTA, iNews.id – Simon Grayson mengungkap peran uniknya sebagai “mata di langit” dalam tim kepelatihan Timnas Indonesia.

Peran tersebut membuat dia tidak hanya berada di bangku cadangan, tetapi juga bertugas membaca jalannya pertandingan dari sudut pandang berbeda untuk membantu tim secara taktis.

“Peran saya adalah menjadi ‘mata di langit’ dalam sebuah pertandingan. Saya melihat ke bawah dan berkomunikasi dengan bangku cadangan tentang apa yang harus dilakukan dalam menyerang dan bertahan,” ujarnya, dikutip dari kanal YouTube Astro Arena, Kamis (16/4/2026).


Peran Krusial di Balik Layar

Sebagai asisten pelatih, Grayson memikul tanggung jawab penting dalam menganalisis permainan secara menyeluruh. Dia mengamati pergerakan tim sendiri maupun lawan sebelum memberikan masukan langsung kepada tim pelatih di pinggir lapangan.

Selain itu, komunikasi dengan pelatih kepala John Herdman menjadi bagian penting dalam tugasnya. Dia memanfaatkan jeda pertandingan untuk berdiskusi cepat terkait strategi.

“Saya perlu dua menit khusus untuk berdiskusi dengan John di jeda turun minum untuk membicarakan persiapan dan kondisi lawan,” katanya.

Menurut dia, analisis pertandingan tidak hanya berfokus pada kualitas individu pemain lawan. Dia juga memperhatikan kekuatan dan kelemahan tim secara keseluruhan.

“Ini bukan hanya soal melihat bakat pemain lawan, tapi juga kekuatan dan kelemahan mereka. Ini pengalaman yang menyenangkan,” tuturnya.

Grayson juga menyoroti tantangan awal saat bergabung dengan Timnas Indonesia, terutama dalam memahami pendekatan taktik yang dibawa Herdman.

Dia mengaku harus beradaptasi dengan sistem permainan baru yang belum pernah dia jalankan sebelumnya, termasuk pendekatan tiga bek di area tertentu.

“Perhatian terhadap detail termasuk keinginan John untuk bermain dengan sistem tiga di dalam kotak yang belum pernah saya lakukan sebelumnya. Saya mungkin pernah memakai 3-5-2, tapi cara ini baru bagi saya,” ucapnya.

Grayson menilai proses adaptasi tersebut menjadi bagian penting dalam pekerjaannya. Dia harus memahami istilah dan pendekatan modern yang digunakan dalam sistem permainan tim.

“Ini titik awal dengan sistem baru dan pelatih dengan gaya modern. Saya harus memahami maksudnya. Saat melihat pemain melakukannya, saya baru benar-benar mengerti,” dia menjelaskan.

Tim kepelatihan baru Timnas Indonesia sendiri sudah menjalani debut di ajang FIFA Series 2026 pada Maret lalu. Dalam turnamen tersebut, Indonesia berhasil menjadi runner-up.

Timnas Indonesia menang 4-0 atas Saint Kitts and Nevis di semifinal sebelum kalah 0-1 dari Bulgaria di final. Hasil ini menjadi awal positif bagi era kepelatihan John Herdman.

Topik Menarik