Antonio Conte Kirim Sinyal Siap Tangani Timnas Italia Lagi, Sindir FIGC: Saya Layak Dipertimbangkan!
NAPLES, iNews.id – Antonio Conte mengirim sinyal siap kembali menangani Timnas Italia. Dia menilai dirinya layak dipertimbangkan oleh Federasi Sepak Bola Italia (FIGC).
Pernyataan itu disampaikan setelah Napoli menang 1-0 atas AC Milan, Selasa (7/4/2026) dini hari WIB, hasil yang membawa timnya naik ke posisi kedua klasemen Liga Italia 2025-2026. Dalam situasi tersebut, nama Conte kembali dikaitkan dengan kursi pelatih tim nasional.
Italia saat ini sedang mencari sosok pelatih baru setelah gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun. Kondisi itu membuat FIGC berada dalam tekanan besar untuk segera melakukan perubahan.
Conte menjadi salah satu kandidat kuat karena pengalaman dan rekam jejaknya. Dia pernah menangani Timnas Italia pada periode 2014 hingga 2016 sebelum melanjutkan karier ke level klub.
Pelatih berusia 56 tahun itu tidak menutup kemungkinan kembali menukangi Gli Azzurri. Dia menilai wajar jika namanya masuk dalam daftar kandidat pelatih.
Conte Bicara soal Italia dan Masa Depannya
Kisah Debut Pahit Alwi Farhan di All England 2026, Mimpi yang Terbentur Tembok Besar Birmingham
Conte menegaskan media memang selalu mengaitkan dirinya dengan berbagai peluang. Dia menilai situasi itu sebagai hal yang biasa dalam dunia sepak bola.
“Jangan lupa tahun lalu, dalam tiga bulan terakhir musim, media membicarakan saya akan meninggalkan Napoli untuk pergi ke Juventus,” ujarnya, dikutip dari Football Italia, Selasa (7/4/2026).
Dia juga menyebut wajar jika namanya masuk dalam radar FIGC. “Media harus menulis sesuatu, dan wajar jika nama saya muncul dalam daftar itu,” katanya.
Conte bahkan secara terbuka menyebut dirinya layak dipertimbangkan. “Jika saya Presiden FIGC, saya akan mempertimbangkan diri saya bersama kandidat lain,” tuturnya.
Dia menambahkan pengalaman bersama tim nasional menjadi nilai penting. “Saya sudah pernah bekerja dengan tim nasional dan saya memahami lingkungannya. Saya merasa tersanjung, karena mewakili negara adalah sesuatu yang luar biasa,” ucapnya.
Meski demikian, Conte masih memiliki kontrak bersama Napoli. Dia akan membahas masa depannya setelah musim berakhir bersama manajemen klub.
Atmosfer Gila MotoGP Thailand 2026: Perjalanan Seru Fans Indonesia hingga Aksi Memukau Veda Ega
“Semua orang tahu saya masih memiliki satu tahun kontrak dengan Napoli dan di akhir musim saya akan duduk bersama Presiden untuk membahasnya,” ujarnya.
Kritik Kondisi Sepak Bola Italia
Conte juga menyoroti kondisi Timnas Italia yang dinilai membutuhkan perubahan besar. Kegagalan lolos ke tiga Piala Dunia beruntun menjadi sinyal masalah serius.
Dia menilai hasil sering menjadi satu-satunya ukuran dalam sepak bola modern. Padahal, proses dan performa juga memiliki peran penting.
“Sangat mengecewakan, karena jika kami memenangkan adu penalti melawan Bosnia dan lolos ke Piala Dunia, orang-orang akan menyebutnya pencapaian besar,” katanya.
Conte mengingat kembali pengalaman saat menangani Italia. Dia menilai dukungan dari klub tidak maksimal pada masa itu.
“Ketika saya menjadi pelatih tim nasional, banyak pembicaraan, tetapi saya mendapat sangat sedikit bantuan dari klub,” ujarnya.
Dia menegaskan perubahan harus dilakukan secara menyeluruh. Menurutnya, kegagalan harus dijadikan dasar evaluasi, bukan sekadar penilaian hasil akhir.
“Sekarang semua dianggap sebagai bencana, tetapi dalam bencana selalu ada sesuatu yang bisa diselamatkan. Kita harus memahami jika hal tidak berjalan, itu akan tetap sama meski lolos atau tidak,” dia menegaskan.
Conte menutup dengan menegaskan semua pihak harus peduli terhadap masa depan Timnas Italia dan segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki situasi.










