MilkLife Soccer Challenge Jadi Lokomotif Sepak Bola Putri, Raih Penghargaan PSSI

MilkLife Soccer Challenge Jadi Lokomotif Sepak Bola Putri, Raih Penghargaan PSSI

Olahraga | inews | Senin, 30 Maret 2026 - 19:00
share

JAKARTA, iNews.id - MilkLife Soccer Challenge mencetak sejarah dengan meraih penghargaan Grassroots Development Program of The Year di PSSI Awards 2026. Event ini jadi sorotan lantaran diikuti lebih dari 32.000 siswi di seluruh Indonesia.

Program yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama susu MilkLife ini terus menunjukkan dampak besar bagi perkembangan sepak bola putri usia dini di Tanah Air. Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang PSSI Awards yang digelar di Jakarta pada akhir pekan lalu.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan ajang penghargaan ini bukan sekadar seremoni. Dia menyebut PSSI Awards menjadi bentuk apresiasi bagi seluruh elemen yang berkontribusi membangun sepak bola nasional dari level akar rumput hingga profesional.

“Panggung ini untuk mengapresiasi para pahlawan di lapangan hijau. Bukan cuma pemain, tetapi juga wasit, PSSI provinsi, sponsor, komunitas, dan banyak pihak lain yang terus bekerja dari level grassroots sampai sepak bola prestasi. PSSI Awards hadir dengan semangat yang lebih hangat, lebih dekat, dan lebih membumi dengan memberi penghargaan kepada semua yang selama ini ikut menjaga mimpi sepak bola Indonesia tetap hidup,” ujar Erick Thohir.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono. Dia menyebut apresiasi ini menjadi dorongan besar untuk terus mengembangkan program pembinaan sepak bola putri usia dini.

“Penghargaan ini didedikasikan untuk mendiang Bapak Michael Bambang Hartono yang bersama Robert Budi Hartono serius membangun fondasi pembinaan olahraga yang dilakukan Djarum Foundation dan juga bagi semua pihak yang bekerja di balik layar demi suksesnya MilkLife Soccer Challenge. Di masa mendatang, kami berharap MilkLife Soccer Challenge dapat menjangkau lebih banyak talenta-talenta usia dini yang kelak dapat diasah menjadi pesepakbola putri profesional dan bisa memperkuat Tim Nasional,” tutur Teddy.

Dari Kudus ke 12 Kota, Peserta Tembus 32.000

MilkLife Soccer Challenge pertama kali digelar pada 2023 di Kudus, Jawa Tengah. Dalam waktu singkat, program ini berkembang pesat dan kini menjangkau 12 kota, yaitu Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, Semarang, Kudus, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Samarinda, dan Banjarmasin.

Kompetisi di setiap kota digelar dua kali dalam setahun. Format ini membuat kesinambungan pembinaan tetap terjaga sekaligus memberi kesempatan luas bagi talenta muda untuk berkembang.

Dari sisi jumlah peserta, tren peningkatan terlihat signifikan. Pada Seri 1 2024, tercatat 5.163 peserta. Angka itu melonjak menjadi 10.051 pada Seri 2 2024.

Kemudian pada Seri 1 2025–2026, jumlah peserta mencapai 17.492. Secara total, sejak pertama kali digelar, MilkLife Soccer Challenge telah diikuti oleh 32.706 siswi dari berbagai daerah.

Kepala Sekolah SDN Klepu 03 Semarang, Didit Sulistio, mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan turnamen ini. Dia menilai ajang tersebut memberi dampak positif bagi perkembangan siswa, baik secara fisik maupun mental.

“MilkLife Soccer Challenge telah menjadi sarana bagi peserta didik untuk mengekspresikan diri dan menemukan bakat mereka di bidang olahraga. Penghargaan yang diraih MilkLife Soccer Challenge sebagai Grassroots Development Program of the Year di ajang PSSI Awards 2026 merupakan pencapaian yang sangat positif dan patut diapresiasi. Ini menunjukkan bahwa program pembinaan sepak bola usia dini di Indonesia mulai mendapatkan perhatian serius dan berjalan ke arah yang benar. Dengan konsistensi dan kolaborasi semua pihak, program seperti ini diharapkan bisa menjadi pondasi kuat bagi kemajuan sepak bola Indonesia di masa depan,” ujar dia.

Dampak program ini juga dirasakan langsung oleh para peserta. Salah satu alumni, Albianca Raula, mengaku mendapat banyak pengalaman penting sejak mengikuti kompetisi tersebut.

“MLSC sangat membantu saya untuk menekuni dunia sepak bola, hingga saya sempat masuk seleksi Timnas Wanita untuk Piala AFF U-16. Bagi pesepakbola putri belia seperti saya jadi memiliki wadah sehingga kami terus termotivasi untuk menggapai mimpi. Karena tidak hanya berhenti di MLSC saja, tapi turnamen berjenjang seperti Piala Pertiwi dan Hydroplus Soccer League,” ujar dia.

Hal serupa diungkapkan Ika Wonda yang pernah merasakan pengalaman bertanding di level internasional. Dia menyebut turnamen ini membuka peluang besar bagi pemain muda untuk berkembang.

“Aku ikut bangga karena MilkLife Soccer Challenge berhasil meraih Grassroots Development Program of The Year dalam acara PSSI Awards 2026. Karena aku sendiri merasakan banyak sekali pengalaman berharga yang aku rasakan dari pertama kali mengikuti turnamen ini. Dan semoga semakin banyak calon srikandi muda sepak bola yang berpartisipasi di MilkLife Soccer Challenge dan skuad Merah Putih mendatang bisa masuk Piala Dunia Wanita,” kata Ika.

Selain pertandingan 7 lawan 7 untuk kategori usia 10 dan 12 tahun, program ini juga menghadirkan Festival SenengSoccer untuk usia 8 tahun serta Skill Challenge sebagai pengenalan teknik dasar sepak bola.

Ke depan, rangkaian akan ditutup dengan MilkLife Soccer Challenge All-Stars yang mempertemukan talenta terbaik dari setiap kota. Pada edisi 2025–2026, format berubah menjadi 9 lawan 9 dan dijadwalkan berlangsung Juni 2026 di Supersoccer Arena, Kudus.

Sementara itu, MilkLife Soccer Challenge Seri 2 2025–2026 akan kembali digelar mulai April di berbagai kota. Samarinda menjadi pembuka pada 23–26 April, disusul Bekasi (28 April–3 Mei), Banjarmasin (30 April–3 Mei), Kudus dan Surabaya (12–17 Mei), serta Malang (21–24 Mei).

Topik Menarik