Tertinggal 0-3, Guardiola Tantang Man City Ciptakan Keajaiban Lawan Real Madrid
MANCHESTER, iNews.id – Manchester City menghadapi Real Madrid dengan misi membalikkan agregat 0-3 pada leg kedua 16 besar Liga Champions 2025-2026 di Etihad Stadium, Rabu (18/3/2026) dini hari WIB.
Kekalahan telak pada leg pertama membuat tekanan besar berada di kubu Man City. Tim berjuluk The Citizens itu harus mencetak minimal tiga gol tanpa balas untuk memaksakan perpanjangan waktu.
Pelatih Man City Pep Guardiola tidak menutup mata terhadap beratnya tantangan tersebut. Dia menyebut timnya harus tampil sempurna di berbagai aspek jika ingin menjaga peluang lolos.
“Kami harus menciptakan momentum sebanyak mungkin bersama para pendukung. Ini harus menjadi pertandingan yang sempurna dalam banyak hal,” ujar dia dikutip dari The Sun.
Pelatih asal Spanyol itu juga menyoroti masalah penyelesaian akhir yang belum maksimal musim ini. Dia menilai peluang selalu tercipta, namun efektivitas menjadi kunci utama.
“Kami selalu bisa menciptakan peluang, kami tahu itu, tetapi musim ini kami tidak cukup klinis. Jika kami bisa lebih tajam dan bertahan dengan baik, kami akan tetap berada dalam permainan,” ucapnya.
Guardiola Akui Tugas Sangat Berat
Guardiola tetap optimistis, meski mengakui situasi tidak mudah. Dia menyebut membalikkan agregat melawan Real Madrid bukan perkara sederhana.
“Saya akui tugas ini sangat besar. Mencetak lebih dari tiga gol melawan Madrid tidaklah mudah,” kata dia.
Keyakinan tetap dijaga di ruang ganti Man City. Gelandang Bernardo Silva mengingatkan timnya pernah melakukan comeback dramatis di masa lalu.
Dia merujuk pada momen musim 2021-2022 saat Man City membalikkan keadaan dari tertinggal 0-2 menjadi kemenangan atas Aston Villa dan mengunci gelar Liga Inggris.
Situasi tersebut menjadi inspirasi bagi skuad City untuk tetap percaya diri. Mereka berharap dukungan publik Etihad Stadium bisa menjadi faktor tambahan.
Guardiola juga mengambil langkah berbeda jelang laga penting ini. Dia memilih memberi waktu istirahat kepada pemain ketimbang menjalani latihan intensif sehari sebelum pertandingan.
“Latihan berulang tidak akan membuat kami bermain lebih baik melawan Madrid. Dalam sepak bola modern, latihan tidak banyak meningkatkan performa tim top. Saya lebih memilih semua pemain berada di rumah,” ujarnya.
Man City dijadwalkan hanya melakukan latihan ringan pada hari pertandingan. Pendekatan ini pernah diterapkan sebelumnya dan berbuah kemenangan saat menghadapi Borussia Dortmund dan Fulham musim ini.
Kini, semua mata tertuju pada Etihad Stadium. Manchester City membutuhkan performa nyaris sempurna untuk menciptakan salah satu comeback terbesar dalam sejarah Liga Champions.










