Indonesia Gagal Bawa Pulang Gelar dari All England 2026, PBSI Janji Bakal Evaluasi
JAKARTA – Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) bergerak cepat melakukan evaluasi menyeluruh menyusul hasil nihil gelar di All England 2026. Meskipun target satu gelar juara gagal terpenuhi, otoritas tertinggi bulu tangkis nasional tersebut tetap memberikan apresiasi terhadap daya juang skuad Merah Putih, terutama para pemain pelapis yang mampu menunjukkan taji di turnamen kasta tertinggi tersebut.
Sebenarnya, Tim Indonesia ditargetkan meraih satu gelar namun belum tercapai. Akan tetapi, sejumlah catatan positif terutama datang dari penampilan pemain-pemain muda yang mampu tampil kompetitif di salah satu turnamen paling prestisius dalam kalender BWF World Tour.
Kabid Binpres PP PBSI Eng Hian menyampaikan evaluasi memang tetap akan dilakukan untuk melihat secara detail performa Tim Indonesia. Akan tetapi, dia senang dengan proses regenerasi pemain.
Jadwal dan Link Live Streaming Ratchaburi vs Persib Bandung di AFC Champions League Two 2025-2026
“Secara umum kami melihat ada dua sisi dari hasil tim Indonesia di All England kali ini. Dari sisi positif, perkembangan pemain-pemain muda menunjukkan progres yang cukup menggembirakan," kata Eng Hian dalam keterangannya, dikutip Senin (9/3/2026).
1. Sinyal Positif dari Proses Regenerasi
"Mereka mampu tampil kompetitif di turnamen dengan level dan tekanan tinggi seperti All England. Ini menjadi indikator bahwa proses regenerasi berjalan dan para pemain muda mulai mampu bersaing di level tertinggi,” tambahnya.
Dia memberikan apresiasi khusus tentu kami berikan kepada Raymond Indra/Patra Harapan Rindorindo (Joaquin) yang berhasil melangkah hingga babak semifinal. Catatan itu cukup membanggakan meskipun tidak berbuah gelar.
“Evaluasi ini akan kami lakukan secara komprehensif bersama tim pelatih dan tim pendukung di pelatnas untuk melihat apa saja yang masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan. Itu agar ke depan para atlet bisa tampil lebih maksimal dan stabil di turnamen besar," ucapnya.
2. Peningkatan Stabilitas Jelang Tur Eropa Selanjutnya
"PBSI akan terus berupaya mencari metode pembinaan yang semakin efektif agar potensi para atlet dapat berkembang secara optimal dan mampu bersaing secara konsisten di level tertinggi,” papar Eng Hian.
Setelah All England, tim Indonesia akan melanjutkan rangkaian turnamen di Eropa. Terdekat, mengikuti Swiss Open yang menjadi bagian dari kalender BWF World Tour.










