Ngeri! Maarten Paes Ngamuk Maki-maki Rekan Setim di Ajax, Ada Apa?

Ngeri! Maarten Paes Ngamuk Maki-maki Rekan Setim di Ajax, Ada Apa?

Olahraga | inews | Senin, 9 Maret 2026 - 12:00
share

GRONINGEN, iNews.id – Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes mengaku sempat mengeluarkan kata-kata kasar kepada rekan setimnya saat Ajax Amsterdam kalah dari FC Groningen dalam lanjutan Eredivisie musim 2025-2026.

Pertandingan pekan ke-26 itu berlangsung di Euroborg Stadium, Groningen, Belanda, Sabtu (7/3/2026). Ajax yang berstatus tim tamu dipaksa menyerah 1-3 setelah kesulitan mengimbangi permainan agresif tuan rumah.

Sejak awal laga, Ajax sudah berada dalam tekanan. Groningen membuka keunggulan cepat pada menit ke-6 lewat gol Thom van Bergen. Tim berjuluk De Godenzonen sempat menyamakan skor melalui Davy Klaassen pada menit ke-30.

Namun situasi berubah drastis setelah jeda. Groningen tampil dominan dan mencetak dua gol tambahan melalui Oskar Zawada pada menit ke-65 dan 72. Dua gol tersebut memastikan kemenangan tuan rumah sekaligus memperpanjang tren negatif Ajax.

Kekalahan itu membuat Ajax belum meraih kemenangan dalam tiga pertandingan terakhir di liga. Bagi Paes, situasi tersebut juga terasa berat karena dia belum merasakan kemenangan sejak menjalani debut bersama Ajax pada 22 Februari 2026.

Paes Akui Sempat Emosi di Lapangan

Paes tidak menutup fakta emosi sempat memuncak saat pertandingan berlangsung. Kiper berusia 27 tahun itu mengaku mengucapkan kata-kata kasar untuk memacu semangat tim di tengah tekanan pertandingan.

“Saya pikir kami memiliki tim yang sangat muda. Beberapa perlu berkembang, seperti saya. Saya adalah pemain di lini belakang, tentu saja, dan saya akan melakukan yang terbaik untuk berada di sana. Ya, beberapa kata-kata kasar memang terucap,” kata Paes dikutip dari Voetbal International, Minggu (8/3/2026).

Meski begitu, Paes menolak membeberkan secara detail kata-kata yang dia lontarkan kepada rekan setimnya saat laga berlangsung.

“Saya tidak akan menceritakan kembali apa yang dikatakan di sana,” sambung dia.

Menurut Paes, ungkapan keras di lapangan tidak bertujuan merendahkan pemain lain. Dia menilai sikap terbuka dan saling mengingatkan menjadi bagian penting dalam membangun tim yang lebih kuat.

“Ketika Anda adalah orang-orang besar, Anda dapat saling mengatakan kebenaran, saya pikir. Dan seperti saya berdiri di sini, saya juga akan bertanggung jawab atas hal itu. Yang bisa kita lakukan adalah memberikan yang terbaik untuk membentuk tim yang solid,” pungkas dia.

Topik Menarik