Kisah Ade Resky Dwicahyo, Eks Pelatnas PBSI yang Dinaturalisasi Azerbaijan demi Tampil di Olimpiade
KISAH Ade Resky Dwicahyo menarik untuk diulas. Sebab, mantan penghuni Pelatnas PBSI ini rela dinaturalisasi Azerbaijan demi tampil di Olimpiade Paris 2024.
Ade Resky mencuri perhatian karena namanya sangat Indonesia tapi membela Azerbaijan. Ternyata, itu adalah kali keduanya tampil di Olimpiade setelah pada Tokyo 2020.
1. Melihat Peluang
Kesempatan itu mungkin tidak akan didapat Ade Resky jika masih bertahan di Pelatnas PBSI. Ia tak ragu menerima tawaran untuk pindah ke Azerbaijan pada 2017 dan terbukti tepat.
Ketika diwawancara Badminton Europe beberapa waktu lalu, Ade mengaku melihat ada peluang besar untuk berprestasi. Saat di Pelatnas PBSI, ia mendapat cukup banyak pesaing.
“Ketika menerima proposal dari Azerbaijan, saya merasa punya peluang lebih besar untuk berkarier di level dunia dan tampil di Olimpiade,” kata Ade.
Benar saja, mimpi Ade Resky tampil di Olimpiade akhirnya kesampaian. Ia menduduki posisi 69 race to Tokyo dan berhak mentas di nomor tunggal putra Olimpiade Tokyo 2020.
2. Pelatnas PBSI Junior
Jika tetap berada di Tanah Air, peluang Ade Resky tampil di Olimpiade sangat kecil. Sebab, ia harus bersaing dengan tunggal putra-tunggal putra yang kompetitif.
Padahal, Ade sempat menembus pelatnas PBSI Junior. Ia pernah tampil di Kejuaraan Junior Asia dan Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis pada 2016, namun gagal mempersembahkan gelar.
Setelah itu, pebulu tangkis kelahiran Kendari, 14 Mei 1998 ini merasa kesulitan menembus skuad utama Pelatnas PBSI. Alhasil, pada 2017 Ade Resky Dwicahyo pindah ke Azerbaijan.
Itulah kisah Ade Resky Dwicahyo, eks Pelatnas PBSI yang dinaturalisasi Azerbaijan demi tampil di Olimpiade. Mimpinya pun terwujud!










