Mengapa Mike Tyson Terus Bertarung di Ring Tinju di Usia 59 Tahun?

Mengapa Mike Tyson Terus Bertarung di Ring Tinju di Usia 59 Tahun?

Olahraga | sindonews | Kamis, 18 September 2025 - 08:45
share

Mengapa Mike Tyson masih bernafsu bertarung di ring tinju pada usia 59 tahun?Mike Tyson mengungkapkan alasannya terus bertarung di usia 59 tahun menjelang pertarungan melawan Floyd Mayweather Jr.

Mike Tyson akan berusia hampir 60 tahun saat ia melangkah ke atas ring melawan Floyd Mayweather. 'Iron Mike', yang akan berusia 60 tahun pada Juli mendatang, telah setuju untuk bertemu Mayweather, 48 tahun, dalam sebuah pertarungan ekshibisi sekitar musim semi 2026.

Baca Juga: Hamzah Sheeraz Tantang Terence Crawford daripada Canelo: Aku Ingin Gelar!

Pengumuman mereka datang kurang dari setahun setelah Tyson mengakhiri jeda profesional selama 21 tahun untuk bertinju melawan Jake Paul dalam pertarungan konyol di Stadion AT&T November lalu. Tyson tampak seperti bayangan dirinya yang dulu saat ia berjuang keras hingga kalah angka yang meyakinkan melawan YouTuber yang kini menjadi petinju tersebut.

Keputusannya untuk kembali melawan Mayweather telah disambut dengan tingkat ketidakpuasan yang sama dari kalangan tinju dan telah menimbulkan pertanyaan tentang motivasi Tyson untuk terus bertarung hingga usia tua. Ketika pertanyaan itu diajukan kepadanya dalam penampilannya baru-baru ini di Today Show, Tyson terdiam sejenak sebelum menyatakan bahwa ia ingin membuktikan kehebatannya. ''Saya punya putra berusia 14 tahun, dan putra saya berkata, 'Kenapa? Kenapa kamu melakukan ini?'" ujar Mike Tyson."Untuk sesaat, saya tidak tahu harus berkata apa. Dan saya merasa sedih untuk sesaat. Saya bilang, karena saya yang terbaik yang pernah melakukannya. Itulah alasannya,"lanjut Iron Mike.

Meskipun pernyataan awalnya merupakan cara yang baik untuk meyakinkan pertarungan, kata-kata yang keluar dari mulutnya setelahnya mungkin lebih terbuka. "Dia tidak mengerti, tetapi saya berkata, 'Saya harus, hanya itu yang saya tahu,'' tambah Tyson.

"Dengar, saya menghasilkan lebih banyak uang di usia 50-an daripada di usia 20-an," jelas Tyson. "Dan saya hanya bertarung, berapa, empat kali selama usia 50-an. Itu sangat menarik. "Dari perspektif itu, saya sekarang berusia 60 tahun. Uang tidak berarti apa-apa. Orang-orang yang saya cintai, bisa saya urus." Daya tarik mendapatkan bayaran besar lagi, ditambah rasa takut melepaskan sesuatu yang telah mendefinisikannya begitu lama, kemungkinan besar menjadi faktor motivasi bagi Tyson.

Baca Juga: Terence Crawford Ogah Dibandingkan Mayweather: Kami Terhebat di Era Kami

Kombinasi ini telah membuat banyak petinju melangkah di atas ring bahkan melewati masa keemasan mereka. Roy Jones Jr. pernah berkata bahwa ia akan pensiun dari tinju sebelum akhirnya dipensiunkan, namun kemudian terus bertarung hingga usia empat puluhan. Ada banyak contoh, dan Tyson sayangnya menjadi salah satunya.

Begitu pula Mayweather, meskipun sebagian besar pertarungan eksibisi pascapensiunnya jauh lebih terencana. Ia menghindari pertarungan melawan petinju profesional sejati dan memilih untuk melawan influencer tinju, bintang televisi realitas, dan berbagai petarung lainnya.

Di puncak kariernya, Mayweather Jr. memenangkan gelar juara dunia dari kelas bulu super hingga kelas welter super, sehingga gagasan untuk melawan mantan juara kelas berat tak terbantahkan mengandung risiko tersendiri. Namun, kontes ini kemungkinan besar tidak akan lebih dari sekadar pertandingan sparring yang dimuliakan.

Topik Menarik