Kepedulian Sosial Jonatan Christie Berawal dari Coach Hendri Saputra

Kepedulian Sosial Jonatan Christie Berawal dari Coach Hendri Saputra

Olahraga | sindonews | Minggu, 7 April 2024 - 16:01
share

Pebulu tangkis Jonatan Christie tidak hanya dikenal sebagai sosok yang berprestasi di lapangan. Secara luas, Jonatan juga sudah dikenal sebagai seorang yang punya hati baik dan dermawan.

Saya hanyalah seorang manusia yang ingin menjadi perpanjangan tangan berkat-Nya kepada orang lain, tulis Jonatan dalam profil Instagram-nya.

Jika berbicara prestasi, Jonatan sudah mencetak banyak sejarah dengan mulai menjuarai Asian Games 2018 hingga All England 2024. Namun, di balik gelar juara tersebut, Jonatan juga terdapat cerita tentang sifatnya yang murah hati.

Salah satu contoh ketika Jonatan meraih medali Asian Games 2018, Jonatan mendapat ganjaran bonus Rp1,8 miliar dari pemerintah. Akan tetapi, Jonatan tidak ingin sepenuhnya menikmati bonus tersebut sendiri.

Kala Lombok dilanda gempa dan tsunami pada 2018, Jonatan menyumbangkan setengah bonus yang ia miliki. Jonatan membangun masjid dan hunian sementara untuk warga di Lombok. Ini juga tidak lepas dari nazar yang ia miliki.

Selain itu, Jonatan juga banyak melakukan aksi dermawan selama berkarier menjadi pebulu tangkis. Ia pernah mengadakan lelang apparel miliknya, Satoe Noesa yang keuntungannya 100 persen disumbangkan kepada para tenaga medis saat pandemi Covid-19.

Jonatan juga turut menyumbangkan bantuan ketika beberapa wilayah Indonesia dilanda bencana. Selain Lombok, ada banjir bandang di Jayapura, Papua, lalu tsunami di Palu, Sulawesi Tengah yang diantaranya juga membangun ruang kelas darurat, dan membangun sekolah di Sumba, Nusa Tenggara Timur.

Selalu Bahagia saat Membantu

Sifat dermawan Jonatan tidak lepas dari peran pelatih lamanya dan di klub yakni Hendri Saputra. Berkat didikan Hendri, pemain berusia 26 tahun itu tidak hanya dilatih bulu tangkis, tetapi juga diajarkan untuk memberikan berkat kepada orang yang membutuhkan.

Dulu awalnya dari coach Hendri, dia yang secara enggak langsung membuat pemikiran seperti itu. Dia selalu bilang ketika kita dikasih berkat, sudah seharusnya kita memberikan berkat juga kepada orang-orang yang memang butuh, kata Jonatan dalam wawancara eksklusif bersama MNC Portal Indonesia.

Tak pernah ada rasa penyesalan, Jonatan ternyata menjalani hal itu dengan penuh sukacita. Bahkan juara All England 2024 itu tidak ingin berhenti membantu ketika melihat orang-orang yang mendapat uluran tangannya tersebut merasa senang dan bersyukur.

Nah, lama kelamaan saya ngejalanin, terus ketika ngejalanin ngeliat orang yang saya bantu merasa happy, kayak timbul oh seneng ya, oh happy ya bisa ngebantu, tutur pemain yang akrab disapa Jojo itu.

Ngeliat mereka senyum, ngeliat mereka bersyukur, ngeliat mereka dalam tanda kutip apa yang didoakan mereka terkabul. Jadi kayak happy aja bisa ngebantu, sambung pemain jebolan klub Tangkas tersebut.

Mulai dari situ sebenarnya sebelum dari Asian Games juga, udah lama, merasa happy gitu ada kepuasan yang enggak bisa dibeli, yang membuat saya mau terus melakukan hal itu, sambung Jonatan.

Program Beasiswa Jalin Cita

Kini, dalam mewujudkan keinginannya untuk bisa terus membantu sesama, Jonatan memiliki program charity berkelanjutan. Program tersebut bernama Beasiswa Jalin Cita yang dilakukan secara online.

Program yang diinisiasi Jonatan dan dibantu salah satu platform penggalangan dana online itu, berfokus untuk membantu orang-orang yang memiliki kesulitan dalam hal pendidikan. Lewat beasiswa tersebut, Jonatan ingin menolong anak-anak yang kurang mampu untuk meringankan biaya pendidikan.

Itu adalah program yang saya inisiasi, ujar Jonatan.

Ya itu salah satu cita-cita saya ingin membantu orang-orang secara berkelanjutan dan syukurnya dari tim Kita Bisa (platform penggalangan dana online) juga membantu mau merealisasikan itu. Bersyukur bisa berjalan pelan-pelan, tutupnya.

Topik Menarik