Tim Beregu Putra dan Putri Indonesia Gugur di Pertandingan Pertama Asian Games 2022, PBSI Ungkap Faktor Penyebab Kegagalan
FAJAR.CO.ID,CHANGZHOU Tim beregu putra dan putri Indonesia di cabang olahraga bulutangkis Asian Games 2022 dipastikan pulang tanpa medali usai sama-sama takluk di babak perempat final.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Rionny Mainaky memberikan evaluasi untuk dua tim bulungkias merah putih itu.
Sebelumnya, tim putra gagal melaju ke babak semifinal usai takluk 1-3 dari Korea Selatan. Sementara, tim putri tak bisa memberikan perlawanan berarti ke tuan rumah China dan takluk dengan skor 3-0.
Pastinya kita tidak puas dengan hasil ini tapi saya langsung meminta anak-anak untuk menjadikan ini sebagai pelajaran besar dan motivasi agar tidak terulang di nomor perorangan nanti, kata Rionny Mainaky dikutip dari Antara, Sabtu (30/9/2023).
Untuk tim beregu putri sendiri, ia mengakui bahwa lawan lebih berpengalaman, namun ketiga wakil yang turun berlaga sudah memberikan yang terbaik.
Gregoria memang beban terlalu berat kalau saya lihat jadi kurang bisa bermain lepas. Dia juga merasa tidak puas dengan penampilannya, tuturnya.
Segini Gaji dan Kekayaan Fantastis Lando Norris, Juara F1 2025 yang Raih Trofi Secara Dramatis
Untuk Apri/Fadia dan Putri, mereka sudah berjuang. Walau kalah tapi ini harus menjadi keyakinan bahwa sebenarnya kemampuan mereka sudah seimbang, sudah satu level. Hanya kalah pengalaman, terangnya.
Sementaa untuk tim putra, ia mengakui ada beberapa titik lemah yang terlihat. Seperti kelengahan dan bermain kurang yakin menjadi faktor penyebab kekalahan.
Di beregu putra start kita sudah baik. Anthony (Sinisuka Ginting) bisa mengatasi tekanan di partai pertama. Fajar/Rian juga bermain apik di pembuka laga, sayang memang di gim kedua ada kesempatan-kesempatan untuk menyelesaikan pertandingan tapi malah terlalu terburu-buru. Bila mengambil peluang skor 2-0 terlebih dahulu, mungkin ceritanya bakal berbeda, jelasnya.
Begitu juga dengan Leo/Daniel. Setelah unggul jauh, mereka malah memberi angin untuk lawan padahal lawan bermain tanpa beban. Kelengahan itu akhirnya membuat mainnya kurang yakin dan ragu-ragu, pungkasnya.
Untuk perjuangan tim bulutangkis Indonesia sendiri belum berakhir meski mereka kalah di nomor beregu. Masih ada nomor perorangan yang bakal dipertandingkan pada 2-7 Oktober.
Masih ada nomor perorangan yang akan dipertandingkan. Fokus saya dan tim pelatih sekarang bagaimana mengembalikan dulu mood, semangat, dan kepercayaan diri mereka. Kami mau mereka jangan terlalu lama down-nya, bangkit dan kembali siap, sebutnya.
Di sisa dua hari ini, kami akan maksimalkan latihan. Membenahi teknis maupun nonteknis. Terutama yang tadi bagaimana mengatasi kelengahan, ragu-ragu yang tiba-tiba muncul karena beberapa kali melakukan kesalahan sendiri. Mencari solusi bagaimana bisa cepat kembali fokus dan yakinnya, pungkasnya.
(Erfyansyah/fajar)










