Mengapa Kopasgat TNI AU Identik dengan Baret Jingga? Ini Sejarah dan Maknanya

Mengapa Kopasgat TNI AU Identik dengan Baret Jingga? Ini Sejarah dan Maknanya

Nasional | okezone | Minggu, 8 November 2026 - 06:10
share

JAKARTA - Mengapa Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) identik dengan baret jingga? Warna khas yang dikenakan prajurit TNI Angkatan Udara (TNI AU) ini bukan sekadar identitas, tetapi juga memiliki sejarah panjang dan filosofi yang berkaitan dengan perjuangan bangsa Indonesia.

Sejarah baret jingga Kopasgat berawal dari operasi penerjunan pasukan AURI di Kalimantan pada 17 Oktober 1947. Peristiwa tersebut menjadi tonggak penting dalam sejarah operasi lintas udara pertama di Indonesia.

Lantas, bagaimana asal-usul baret jingga Kopasgat dan apa makna di balik warnanya?

Sejarah Baret Jingga Kopasgat

Mengutip situs resmi Kopasgat TNI AU, sejarah baret jingga bermula dari surat Gubernur Kalimantan, Pangeran Mohammad Noor, kepada Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI).

Dalam surat tersebut, Pangeran Mohammad Noor meminta AURI mengirimkan pasukan payung ke Kalimantan untuk membentuk dan mengorganisasi gerilyawan yang membantu perjuangan rakyat setempat.

Pasukan tersebut juga mendapat tugas mendirikan stasiun radio induk, agar komunikasi antara Kalimantan dan Yogyakarta dapat terhubung. Selain itu, mereka diminta menyiapkan daerah penerjunan atau dropping zone bagi pasukan berikutnya.

Permintaan tersebut disambut baik oleh Kepala Staf AURI saat itu, Komodor Udara Suryadi Suryadarma. Ia kemudian menunjuk Mayor Udara Tjilik Riwoet untuk menyiapkan prajurit yang akan menjalankan misi penerjunan.
 

 

Pada 17 Oktober 1947 dini hari, pesawat Dakota RI-002 lepas landas dari Pangkalan Udara Maguwo. Pesawat tersebut diterbangkan oleh pilot Bob Freeberg dengan co-pilot Opsir Udara III Suhodo.

Sebanyak 13 prajurit AURI kemudian berhasil diterjunkan di Sambi, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Saat itu, mereka belum mendapatkan pendidikan terjun payung secara sempurna dan hanya dibekali pembelajaran teori serta latihan di darat (ground training).

Meski dengan keterbatasan tersebut, para prajurit tetap menjalankan tugas dengan keberanian, semangat patriotisme, dan tekad membela Tanah Air.

Peristiwa ini tercatat sebagai operasi lintas udara pertama dalam sejarah Indonesia. Momen penerjunan yang berlangsung saat fajar dengan semburat cahaya matahari berwarna jingga kemudian menjadi inspirasi warna baret khas pasukan tersebut.

 

Filosofi Baret Jingga Kopasgat

Warna jingga pada baret Kopasgat merupakan perpaduan merah dan kuning yang memiliki makna tersendiri.

Warna merah melambangkan keberanian dan kerelaan berkorban. Sementara itu, warna kuning memiliki arti kejujuran dan keluhuran budi.

Pada bagian dasar baret juga terdapat lis berwarna hitam yang melambangkan keteguhan hati. Secara keseluruhan, warna jingga menggambarkan jiwa keberanian dan kerelaan berkorban yang harus dimiliki setiap prajurit dalam menjalankan tugas.

Selain warna khasnya, baret Kopasgat juga dilengkapi emblem berbentuk perisai. Di dalamnya terdapat gambar parasut, senapan, dan artileri pertahanan udara.

Pada lambang tersebut tercantum semboyan "Karmaye Vidikaraste Mafalesu Kadatjana", yang berarti bekerja tanpa menghitung untung rugi.

Dengan demikian, baret jingga bukan sekadar atribut atau identitas prajurit Kopasgat. Warna tersebut menjadi simbol sejarah perjuangan, keberanian, pengorbanan, dan keteguhan hati yang terus melekat pada pasukan khusus TNI Angkatan Udara tersebut.

Topik Menarik