IHSG Sesi I Anjlok 2,6 Persen ke 4.963
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 133,7 poin atau 2,62 persen ke level 4.963 pada perdagangan sesi I, Selasa (3/11/2026) siang.
IHSG sempat bergerak ke level terendah 4.950 dan level tertinggi 5.143. Nilai transaksi perdagangan di pasar reguler mencapai Rp5,36 triliun dengan 137,99 juta lot saham diperdagangkan dan frekuensi 815 ribu kali.
Subindeks IDX30 dan LQ45 juga melemah masing-masing 2,5 persen. Sementara, ISSI dan JII kompak turun 2,81 persen dan 3,30 persen.
Pelemahan ini terjadi seiring aksi jual massal (sell off) pada saham-saham dengan nilai kapitalisasi besar (big caps). Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) misalnya, melemah 3,19 persen ke Rp2.730. Begitu juga dengan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) juga turun 4,59 persen ke Rp1.870.
Secara sektoral, industrial turun paling dalam dipicu tekanan pada saham PT Astra International Tbk (ASII). Penurunan saham TLKM juga menyeret sektor infrastruktur hingga melemah 3,09 persen.
Saham yang masuk jajaran top gainers, di antaranya saham PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY) naik 4,38 persen ke Rp715, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) menguat 3,72 persen ke Rp1.255, dan PT Enseval Putra Megatrading Tbk (EPMT) menguat 3,39 persen ke Rp2.440.
Saham yang masuk deretan top losers di antarannya saham PT PP Property Tbk (PPRO) melemah 7,14 persen ke Rp13, PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) turun 6,85 persen ke Rp68, dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) anjlok 6,78 persen ke Rp330.









