Kisah Unik Mitchell Baker, Nyaris Magang di Wall Street Sebelum Bela Timnas Indonesia
JAKARTA - Kisah unik Mitchell Baker yang nyaris magang di Wall Street sebelum membela Timnas Indonesia menarik untuk diulas. Ia menceritakan perjalanan yang membuatnya memilih kesempatan membela skuad Garuda.
1. Nyaris Magang di Wall Street
Mitchell Baker bercerita soal awal mula dirinya tertarik untuk membela Timnas Indonesia. Kisah ini bermula pada 2023, saat ia masih duduk di bangku SMA.
Saat itu, Mitchell Baker mengungkapkan bahwa ada akun media sosial asal Indonesia yang menghubunginya untuk membagikan cuplikan video permainannya.
"Para penggemar di Indonesia mulai menandai akun para pelatih dan menyarankan agar saya dipertimbangkan untuk masuk ke tim nasional kelompok umur," katanya saat wawancara dengan media Eropa, Tribuna, dikutip pada Senin (2/11/2026).
Ia mengaku awalnya tidak mendapat tanggapan. Namun, hal itu menyadarkannya bahwa mungkin ada peluang.
"Jadi pada tahun 2024 saya mulai menghubungi akun-akun sepak bola Indonesia lainnya. Namun, belum membuahkan hasil," katanya.
Mitchell Baker tak patah semangat. Ia pun mengirimkan email langsung kepada pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. Upayanya itu berbuah manis.
"Akhirnya, pada April 2026, saya mengirim surel langsung kepada John Herdman. Saya kemudian diundang untuk mengikuti pemusatan latihan pada bulan Mei," ujarnya.
Undangan untuk mengikuti pemusatan latihan itu datang bertepatan dengan jadwal program magang yang seharusnya dijalaninya. Ia sedianya menjalani magang di Wall Street pada Mei 2026.
"Setelah menyelesaikan ujian di bulan Mei, seharusnya saya menjalani magang di Wall Street, tetapi saya justru langsung terbang—dengan persiapan hanya empat hari—untuk memulai proses naturalisasi," katanya.
Ia mengaku masih tidak percaya dengan proses yang dialaminya hingga akhirnya dinaturalisasi. Mengenang kembali kejadian itu, penyerang berusia 19 tahun tersebut menilai bahwa setiap peluang harus dimanfaatkan.
"Rasanya sungguh tidak nyata. Saya selalu percaya bahwa kita harus proaktif dan memanfaatkan peluang sebaik mungkin saat kesempatan itu datang," ujarnya.
2. Ungkap Peran Sang Ibu
Mitchell Baker mewarisi bakat olahraga dari orang tuanya. Ibu Mitchell Baker, Maureen Lee Baker, merupakan seorang pegolf profesional. Maureen juga pernah bermain softball untuk Australia.
Ia pun mengungkapkan peran sang ibu, yang juga memiliki latar belakang bisnis, sebelum dirinya mengambil keputusan.
"Ibu saya sangat berperan penting dalam perjalanan saya. Karena pernah berkarier sebagai atlet profesional, beliau memahami pengorbanan yang diperlukan dalam dunia olahraga," katanya.
"Selain itu, latar belakangnya di bidang bisnis membantu kami mempertimbangkan dengan matang setiap keputusan yang berkaitan dengan karier sepak bola. Saya memercayai nasihatnya, namun beliau juga mendorong saya untuk bertanggung jawab atas masa depan saya sendiri," tuturnya.
Penyerang Georgetown University itu juga mengungkapkan nasihat sang ibu. Nasihat tersebut membantunya tetap rendah hati setelah ikut membawa Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 beberapa waktu lalu.
"Nasihat yang paling sering ia berikan adalah agar tetap rendah hati, terus bekerja keras, dan jangan pernah menganggap apa pun sebagai sesuatu yang sudah pasti. Hal itu membantu saya untuk tetap berpijak di tengah beberapa bulan yang sangat menggembirakan ini," ujarnya.
Mitchell Baker juga mengungkapkan bahwa dirinya akan menyelesaikan pendidikan sarjana sebelum berkarier sebagai pesepak bola profesional. Ia bahkan menyebut sang ibu pernah berseloroh bahwa berkarier di Wall Street mungkin lebih aman.
"Menyelesaikan gelar sarjana di Georgetown sebelum terjun ke dunia profesional merupakan bagian dari pendekatan jangka panjang tersebut. Terkadang, beliau bercanda bahwa berkarier di Wall Street mungkin jauh lebih aman," tutur Mitchell Baker.









