Bos Ducati Ngamuk Marc Marquez Dikritik Gara-Gara MotoGP Qatar 2026, Sebut Banyak Pembalap Bermuka 2!

Bos Ducati Ngamuk Marc Marquez Dikritik Gara-Gara MotoGP Qatar 2026, Sebut Banyak Pembalap Bermuka 2!

Olahraga | okezone | Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:21
share

MANAJER Tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, mengamuk Marc Marquez dikritik gara-gara sikapnya terkait MotoGP Qatar 2026. Ia lalu menyebut banyak pembalap bermuka dua.

Jelang MotoGP Australia 2026 pekan lalu, Marquez mendapat pertanyaan dari wartawan soal kemungkinan digelarnya seri Qatar. Rider pembalap tim Ducati Lenovo itu tidak menjawab dengan tegas.

Marc Marquez memimpin balapan MotoGP Qatar 2025 (Foto: MotoGP)

Marquez hanya mengatakan tidak mau berkomentar soal wacana balapan di Qatar di tengah konflik yang panas di kawasan Asia Barat. Tapi, jawaban itu ditafsirkan sang pembalap enggan pergi ke negara tersebut.

1. Dikritik Tajam

Akibatnya, Marquez dikritik tajam karena dinilai mencla-mencle. Hal itu membuat Tardozzi mengamuk. Ia menilai sikap sang pembalap sudah tepat karena seperti meminta kejelasan akan keamanan pembalap.

“Marc adalah orang yang kharismatik. Jadi, banyak pembalap yang melontarkan pendapat di luar trek, yang jauh lebih kuat dibandingkan Marc, tetapi ketika ada rapat bersama penyelenggara, mereka malah diam,” sembur Tardozzi, dinukil dari Crash, Selasa (27/10/2026).

“Tapi, kalian menyalahkan Marquez hanya karena dia yang mewakili suara para pembalap lain, yang berani bicara meski ada pembalap lain yang mengatakan hal-hal lebih buruk darinya,” sahut pria asal Italia itu dengan ketus.

“Sementara, dia cukup pintar untuk mengatakan, ‘Mari kita cari mediasi soal situasi ini, yang menjamin adanya evakuasi, rencana cadangan, untuk keamanan kami,’” kata Tardozzi.

 

2. Berwajah 2

Marc Marquez memimpin balapan MotoGP Qatar 2025 (Foto: MotoGP)

Lebih lanjut, Tardozzi mengungkap adanya pembalap-pembalap berwajah dua. Di belakang, mereka mengeluhkan soal rencana menggelar MotoGP Qatar 2026, tetapi di depan stakeholders, mereka bilang sebaliknya.

“Saya membaca Marc dikritik seperti hanya dia yang tidak mau pergi ke Qatar. Bukan begitu. Simpelnya, Marc bertanya, seperti yang lain, rencana keselamatan dari panitia, tidak kurang, tidak lebih,” tegas Tardozzi.

“Dia bukan bilang, ‘Saya tidak mau ke sana.’ Saya ulangi lagi, ada pembalap yang bilang mereka tidak mau pergi tetapi di depan penyelenggara, dia tidak mengatakan hal yang sama,” tandasnya.

MotoGP Qatar 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung 6-8 November. CEO MotoGP Sports Entertainment Group (MSEG), Carmelo Ezpeleta, disebut akan terbang langsung ke negara tersebut untuk membahas soal kejelasan balapan ini.

Topik Menarik