Hasil Asian Para Games 2026: Ni Nengah Widiasih Sumbang Perunggu dari Powerlifting

Hasil Asian Para Games 2026: Ni Nengah Widiasih Sumbang Perunggu dari Powerlifting

Olahraga | okezone | Senin, 19 Oktober 2026 - 13:03
share

NAGOYA - Ni Nengah Widiasih berhasil menyumbangkan medali pertama buat Kontingen Indonesia di Asian Para Games 2026. Atlet asal Bali itu meraih medali perunggu pada cabang olahraga (cabor) powerlifting nomor 41 kilogram putri.

Bertanding di Nagoya City Trade and Industry Center, Nagoya, Jepang, Senin (19/10/2026), Widi mencatatkan angkatan terbaik seberat 97 kilogram untuk posisi ketiga. Medali emas diraih Zhe Chui dengan angkatan 120 kilogram. Perak diambil Tursynay Kabyl dengan 104 kilogram.

1. Perpanjang Catatan

Medali perunggu ini memperpanjang catatan Widi yang selalu naik podium dalam empat edisi Asian Para Games. Sebelumnya, ia meraih medali perak pada edisi 2014, 2018, dan 2022.

Persaingan di kelas 41 kilogram putri kali ini semakin ketat setelah Cui Zhe turun dari kelas 45 kilogram. Atlet asal China itu merupakan peraih emas kelas 45 kilogram Asian Para Games 2022, sedangkan Tursynay Kabyl sebelumnya meraih perak di kelas 41 kilogram putri pada edisi yang sama.

Meski hasil kali ini turun dari perak menjadi perunggu, Widi tetap bersyukur atas pencapaiannya. Ia mengaku belum bisa tampil dengan kondisi terbaik setelah mengalami cedera robek otot bahu saat mengikuti kejuaraan di Mesir pada akhir tahun lalu.

"Ini medali perunggu pertama yang saya dapatkan sepanjang keikutsertaan saya di Asian Para Games. Biasanya saya selalu memperebutkan emas dan perak," ujar Widi dikutip dari rilis resmi Komite Paralimpiade Indonesia (NPC Indonesia), Senin (19/10/2026).

2. Belum Sepenuhnya Pulih

Widi menjelaskan kondisi bahunya belum pulih sepenuhnya sehingga memengaruhi persiapannya menghadapi kompetisi. Meski demikian, dia berusaha meningkatkan beban angkatan pada setiap sesi demi memperbaiki peringkat dunia dan menjaga peluang tampil di Paralimpiade Los Angeles 2028.

"Kondisi saya belum pulih 100 persen karena cedera bahu. Namun, saya berusaha semaksimal mungkin menaikkan beban angkatan di setiap sesi karena ingin memperbaiki world ranking demi mengamankan tiket ke Paralimpiade Los Angeles" lanjut Widi.

 

Selain cedera, Widi juga menilai persaingan di kelasnya semakin kompetitif dengan munculnya banyak atlet muda. Ia bersyukur masih mampu mempertahankan performa dan bersaing dengan para atlet yang lebih muda.

"Sekarang di kelas saya banyak sekali atlet muda. Saya dan atlet asal China rasanya sudah seperti legenda di antara mereka. Namun, saya bersyukur masih bisa menjaga performa dan bersaing dengan atlet-atlet muda ini," ungkapnya.

3. Paralimpiade 2028

Mengenai masa depannya di Asian Para Games, Widi mengisyaratkan edisi 2026 kemungkinan menjadi penampilan terakhirnya dalam ajang tersebut. Saat ini, ia memilih memprioritaskan pemulihan cedera bersama tim medis dan fisioterapis di Solo sembari mengejar poin kualifikasi menuju Paralimpiade 2028.

"Saya punya tim medis dan fisioterapis di Solo yang terus mendampingi pemulihan bahu saya,” kata Widi.

“Target utama saya saat ini adalah fokus menyembuhkan cedera dan mengejar peringkat dunia agar bisa lolos ke Paralimpiade LA dua tahun lagi, yang kemungkinan akan menjadi Paralimpiade kelima sekaligus penutup karier saya," pungkasnya.

Sementara itu, atlet Indonesia lainnya di nomor 41 kilogram putri, Eliana, menempati posisi keenam dengan angkatan terbaik 80 kilogram. Adapun Abdul Hadi yang tampil di nomor 49 kilogram putra gagal mencatatkan angkatan sah setelah tiga kali percobaan.

Medali perunggu Widi menjadi hasil penting bagi Indonesia pada hari pertama pertandingan setelah upacara pembukaan Asian Para Games 2026. Raihan tersebut untuk sementara menempatkan Indonesia di posisi keenam klasemen perolehan medali.

Topik Menarik