Jerawat Kempes dengan Acne Patch, Ampuh atau Cuma Tren?
ACNE patch jadi salah satu produk perawatan kulit yang kini banyak dicari oleh banyak orang. Selain diklaim dapat membantu meredakan jerawat dalam semalam, produk ini juga tersedia dalam berbagai bentuk dan warna yang menarik.
Tapi, apakah penggunaan acne patch benar-benar bisa atasi jerawat? Atau sebenarnya acne patch digunakan saat ini hanya tren semata?
1. Mengenal Acne Patch?
Dilansir dari ABC News, acne patch atau pimple patch umumnya terbuat dari bahan hidrokoloid, yaitu material yang dapat membentuk gel dan menyerap cairan. Pimple patch hidrokoloid biasanya terdiri dari campuran bahan seperti pektin, gelatin, dan karboksimetilselulosa yang dipadukan dengan lapisan luar tipis, fleksibel, dan tahan air.
Beberapa pimple patch juga mengandung bahan aktif, seperti asam salisilat, minyak tea tree, niacinamide, atau benzoil peroksida. Kandungan tersebut ditujukan untuk membantu pengelupasan sel kulit mati, meredakan peradangan, atau melawan bakteri penyebab jerawat.
2. Apakah Pimple Patch Benar-Benar Efektif?
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pimple patch bekerja lebih baik pada jerawat yang sudah matang. Hal ini karena nanah sudah berada dekat permukaan sehingga lebih mudah diserap oleh lapisan hidrokoloid.
Dalam waktu dua hari, ukurannya bisa mengecil sekitar 35 dan kemerahannya berkurang 44 dibandingkan dengan jerawat yang dibiarkan saja. Tak hanya itu, pimple patch juga efektif dalam mencegah munculnya noda hitam bekas jerawat.
Untuk mendapatkan hasil yang optimal, pimple patch sebaiknya ditempelkan pada kulit yang bersih dan kering. Lalu, biarkan selama enam hingga delapan jam atau semalaman, dan ganti ketika pimple patch sudah terlihat keruh.
Meski demikian, produk ini tidak efektif untuk semua jenis jerawat. Misalnya, jerawat kistik yang berada jauh di dalam kulit sulit dijangkau oleh pimple patch karena peradangannya terletak lebih dalam.








