Milisi Houthi Bombardir Istana Presiden Yaman
YAMAN — Milisi Houthi meluncurkan sejumlah rudal ke istana presiden Yaman di kota pelabuhan Aden, wilayah selatan negara tersebut. Serangan itu menewaskan dua pengawal perdana menteri (PM).
Asap terlihat mengepul di dekat Istana al-Maashiq, yang berfungsi sebagai markas pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.
Melansir Aljazeera, Jumat (16/10/2026), PM dan sejumlah pejabat pemerintah lainnya selamat dari serangan tersebut. Serangan ini digambarkan para pejabat sebagai upaya pembunuhan.
Kelompok Houthi, yang secara resmi dikenal sebagai Ansar Allah, sebelumnya mengeluarkan pernyataan yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap markas pemerintah di Aden.
Yahya Saree, juru bicara militer Houthi, mengatakan bangunan tersebut sebagai "ruang operasi perang Saudi". Ia juga menyatakan kehadiran militer atau ekonomi Arab Saudi di wilayah Yaman akan menjadi target sah angkatan bersenjata kelompok tersebut.
PM dilaporkan tidak terluka dalam serangan itu. Melalui media sosial, ia mengecam kelompok Ansar Allah dan menyebut serangan tersebut sebagai "serangan teroris" yang bertujuan mengganggu lembaga negara serta mencegah atau menghambat proses pembalikan apa yang disebutnya sebagai "kudeta teroris" terhadap pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.
Ia menegaskan operasi militer Yaman akan terus berlanjut meskipun terjadi serangan tersebut hingga "setiap inci persegi Yaman" dibebaskan dari kendali kelompok itu. Pernyataan tersebut merujuk pada operasi militer yang terus berlangsung untuk merebut kembali ibu kota Yaman, yang jatuh ke tangan Houthi pada 2014.










