Cara Mudah Mengenali Tanda Kanker Payudara lewat SADARI, Kapan Dilakukannya?

Cara Mudah Mengenali Tanda Kanker Payudara lewat SADARI, Kapan Dilakukannya?

Gaya Hidup | okezone | Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:05
share

JAKARTA - Kanker payudara menjadi salah satu penyakit yang perlu diwaspadai oleh perempuan. Salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk mengenali perubahan pada payudara sejak dini adalah melalui pemeriksaan payudara sendiri atau SADARI.

Mengutip situs resmi Kementerian Kesehatan RI, SADARI merupakan pemeriksaan sederhana yang dilakukan menggunakan mata dan tangan untuk mengetahui apakah terdapat perubahan pada bentuk, ukuran, atau tekstur payudara. Pemeriksaan ini bisa dilakukan secara mandiri di rumah tanpa membutuhkan alat khusus.

Lalu, kapan waktu yang tepat untuk melakukan SADARI dan bagaimana langkah-langkahnya? Yuk, simak penjelasan berikut!

Kapan Sebaiknya Mulai Melakukan SADARI?

Waktu yang disarankan untuk melakukan SADARI adalah beberapa hari hingga sekitar satu minggu setelah menstruasi selesai. Pada periode ini, payudara umumnya berada dalam kondisi yang lebih normal.

Sebaliknya, menjelang dan selama menstruasi, perubahan hormon dapat membuat payudara terasa lebih kencang atau membesar. Kondisi tersebut bisa memengaruhi hasil pemeriksaan mandiri.

Agar lebih efektif, SADARI sebaiknya dilakukan secara rutin minimal satu kali setiap bulan, pada waktu yang sama, sehingga perubahan pada payudara dapat lebih mudah dikenali.

3 Cara Melakukan SADARI di Rumah

Pemeriksaan payudara sendiri bisa dilakukan melalui tiga cara, yaitu saat mandi, di depan cermin, dan sambil berbaring. Berikut langkah-langkahnya.

1. Memeriksa Payudara saat Mandi

Saat mandi, kamu bisa memanfaatkan kondisi kulit yang licin untuk meraba seluruh bagian payudara. Gunakan tiga jari, yaitu telunjuk, jari tengah, dan jari manis. Lakukan gerakan melingkar secara perlahan, mulai dari bagian luar payudara, termasuk area dekat ketiak, hingga menuju puting.

Perhatikan apakah terdapat benjolan atau perubahan tekstur yang sebelumnya tidak pernah dirasakan. Perhatikan juga area ketiak dan bagian atas tulang selangka, karena perubahan pada jaringan di sekitar area tersebut dapat menjadi tanda yang perlu diperiksa lebih lanjut.

2. Memeriksa Payudara di Depan Cermin

Amati kedua payudara secara perlahan dan teliti di depan cermin. Beberapa hal yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Perubahan bentuk, ukuran, atau posisi payudara yang terlihat berbeda dari biasanya.
  • Permukaan kulit yang tampak menyerupai kulit jeruk.
  • Perubahan pada puting, seperti puting yang tertarik ke dalam.
  • Adanya luka pada payudara.
  • Munculnya benjolan yang tidak biasa.

Lalu, angkat salah satu tangan ke atas, kemudian gunakan tangan lainnya untuk meraba seluruh bagian payudara. Lakukan langkah yang sama pada sisi lainnya. 

Periksa juga area sekitar puting dengan gerakan melingkar, kemudian lanjutkan ke bagian atas payudara dekat tulang selangka, area tulang dada, hingga sisi payudara yang berdekatan dengan ketiak. Terakhir, tekan atau remas puting secara perlahan untuk mengetahui apakah terdapat cairan yang keluar secara tidak normal.

3. Memeriksa Payudara Sambil Berbaring

Pemeriksaan juga bisa dilakukan sambil berbaring. Dalam posisi ini, jaringan payudara menyebar lebih merata di sepanjang dinding dada, sehingga dapat memudahkan proses perabaan.

Pertama, berbaringlah dengan meletakkan bantal di bawah bahu kanan dan posisikan tangan kanan di belakang kepala. Selanjutnya, gunakan tangan kiri untuk memeriksa payudara kanan. Gerakkan tiga jari utama, yaitu telunjuk, jari tengah, dan jari manis, dengan gerakan melingkar kecil secara perlahan. Pastikan seluruh bagian payudara hingga area ketiak teraba.

Gunakan tekanan ringan, sedang, hingga lebih kuat untuk memeriksa jaringan payudara pada kedalaman yang berbeda. Perhatikan apakah terdapat benjolan atau perubahan yang tidak biasa. Periksa juga puting secara perlahan untuk mengetahui apakah ada cairan yang keluar.

Selain gerakan melingkar, kamu dapat menggerakkan jari dari atas ke bawah secara vertikal agar seluruh jaringan payudara terperiksa dengan lebih menyeluruh. Ulangi langkah yang sama pada payudara sebelahnya. Jangan lupa memeriksa area sekitar ketiak dan tulang selangka.

Topik Menarik