RI Impor Kerbau Australia, Cara Jaga Ketahanan Pangan

RI Impor Kerbau Australia, Cara Jaga Ketahanan Pangan

Ekonomi | okezone | Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:11
share

JAKARTA - PT Berdikari (Persero) telah resmi menerima kedatangan perdana kerbau hidup (Water Buffalo) asal Australia pada Minggu (11/10/2026). Langkah ini diambil sebagai alternatif pasokan protein hewani yang lebih terjangkau bagi masyarakat di tengah tingginya harga sapi hidup.

General Manager Ruminansia Business PT Berdikari (Persero), Akhmad Johari mengatakan kedatangan kerbau tersebut menjadi babak baru portofolio bisnis ruminansia Berdikari, sekaligus membuka peluang pengembangan usaha peternakan ke depan.

"Ini kali pertama berdikari mendatangkan kerbau hidup dari Australia, ini merupakan portofolio baru sehingga tantangan kedepan berdikari selain mendatangkan bisa mengembangkan." kata dia dalam keterangannya dikutip Selasa (13/10/2026).

Sebagai BUMN peternakan, kata dia, Berdikari berupaya memperkuat ketahanan pangan nasional dan menjaga stabilitas harga komoditas daging. Pasokan alternatif ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing harga, memperluas pilihan bagi masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, diversifikasi pasokan menjadi langkah strategis merespons dinamika harga ternak hidup. Melalui sumber protein hewani alternatif, Berdikari memperluas pilihan komoditas dengan mempertimbangkan efisiensi rantai pasok, keekonomian usaha, dan kebutuhan pasar domestik.

 

"Berdikari sebagai BUMN peternakan mendukung program pemerintah khususnya berkaitan dengan ketahanan pangan source protein hewani, kita tahu harga sapi relatif tinggi." ujarnya.

Ia menegaskan, kehadiran water buffalo bukan untuk menggantikan sapi maupun produksi peternak lokal, melainkan melengkapi pasokan nasional. 

Tambahan pasokan ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan pasar, tanpa mengesampingkan produksi dalam negeri sebagai fondasi ketahanan pangan.

"Dengan berdikari mendatangkan kerbau diharapkan pemerintah harga sumber protein hewani lebih terjangkau." jelas dia.

Topik Menarik