Banjir Parah Melanda Padang, Ratusan Warga Mengungsi

Banjir Parah Melanda Padang, Ratusan Warga Mengungsi

Terkini | okezone | Minggu, 11 Oktober 2026 - 21:30
share

JAKARTA — Banjir melanda sejumlah wilayah di Kota Padang, Sumatera Barat, setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut pada Sabtu 10 Oktober 2026. Pemerintah bergerak dengan mengevakuasi warga, pendirian posko pengungsian, pelayanan kesehatan, hingga penyaluran bantuan kebutuhan dasar untuk memastikan keselamatan dan membantu warga terdampak.

Upaya penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BPBD, Polri, TNI, Basarnas, pemerintah daerah, serta relawan dan masyarakat. Petugas gabungan dikerahkan ke sejumlah lokasi terdampak untuk mengevakuasi warga, mendata dampak banjir, dan memenuhi kebutuhan para pengungsi.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Sumatera Barat pada Minggu (11/10/2026) pukul 03.34 WIB, banjir masih menggenangi sejumlah permukiman. Pendataan dan evakuasi warga terus dilakukan seiring dengan perkembangan situasi di lapangan.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan banjir melanda tiga kecamatan, yakni Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo. Banjir tersebut berdampak pada enam kelurahan, yaitu Kuranji, Koto Panjang Ikua Koto, Batipuh Panjang, Lubuk Minturun, Tabiang Banda Gadang, dan Gurun Laweh.

"Data sementara mencatat sekitar 225 kepala keluarga atau 498 jiwa terdampak banjir. Sementara itu, sebanyak 672 jiwa dilaporkan mengungsi di Kecamatan Kuranji. Angka tersebut masih dalam proses pendataan dan pemutakhiran oleh petugas," ujar Berton, Minggu.

Berton menambahkan, tim SAR gabungan telah mengevakuasi 238 jiwa dari kawasan terdampak. Proses evakuasi dan kaji cepat dilakukan BPBD Kota Padang bersama berbagai unsur terkait untuk menjangkau warga yang membutuhkan pertolongan serta memastikan keselamatan mereka.

BNPB mencatat para pengungsi tersebar di tiga lokasi. Sebanyak 367 jiwa berada di tenda pengungsian Lapau Munggu dan rumah warga, 250 jiwa menempati Mushalla Ar Ridwan Kampung Tangah, sedangkan 55 jiwa lainnya berada di Warung Jembatan Guo.

Selain menyelamatkan warga, pemerintah juga mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak. Pemerintah telah menyalurkan 500 bungkus nasi, sementara BPBD Kota Padang mendistribusikan 100 selimut untuk membantu warga selama berada di pengungsian.

Dukungan logistik juga diberikan Dinas Sosial Kota Padang berupa 23 dus mi instan, 30 paket makanan anak, 30 paket perlengkapan keluarga (family kit), 16 paket pakaian anak, serta 30 unit atau lembar kasur.

"Bantuan tersebut disalurkan ke wilayah Koto Tangah dan Kuranji sesuai dengan kebutuhan dan tujuan distribusi masing-masing instansi," kata Berton.

Sejalan dengan upaya penanganan yang dilakukan pemerintah daerah dan BNPB, Polri melalui Polda Sumatera Barat turut mengerahkan personel gabungan untuk mempercepat evakuasi dan memberikan perlindungan kepada masyarakat. Petugas diterjunkan ke sejumlah titik banjir, antara lain Perumahan Lumin Park, Kuranji, Goa, dan Sungai Lareh.

Ratusan personel dari Satuan Brimob, Direktorat Samapta, Direktorat Polisi Perairan dan Udara, Polresta Padang, serta unsur SAR dan Basarnas dilibatkan dalam penanganan tersebut. Mereka membantu proses evakuasi, mengamankan kawasan permukiman, dan memberikan pelayanan kepada warga yang membutuhkan pertolongan.

Polri melaporkan bahwa seluruh warga di kawasan yang ditangani berhasil dievakuasi dengan selamat. Hingga laporan tersebut disampaikan, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Untuk memastikan keselamatan warga setelah evakuasi, Polda Sumbar juga menyiapkan posko pengungsian serta mengerahkan 250 personel untuk menjaga rumah-rumah warga yang ditinggalkan. Langkah ini dilakukan untuk membantu menjaga keamanan lingkungan selama pemilik rumah berada di tempat pengungsian.

Posko kesehatan dan posko SAR turut didirikan di kawasan terdampak. Keberadaan posko tersebut mendukung pelayanan medis, pertolongan pertama, serta koordinasi untuk mengantisipasi kebutuhan evakuasi lanjutan apabila kondisi banjir kembali memburuk.

Perhatian juga diberikan kepada kelompok rentan, terutama anak-anak dan lanjut usia. Selain pelayanan kesehatan dan dukungan logistik, bantuan pakaian disalurkan kepada anak-anak serta warga yang pakaiannya basah akibat terendam banjir.

Di sisi lain, petugas mengimbau masyarakat agar tidak kembali menempati rumah yang masih berisiko terendam dan tetap mengikuti arahan petugas di lapangan. Imbauan ini menjadi bagian dari upaya pencegahan untuk menghindari jatuhnya korban apabila terjadi banjir susulan.
 

Topik Menarik