Presiden Prabowo Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri, DPR: Peristiwa Bernuansa Politik

Presiden Prabowo Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri, DPR: Peristiwa Bernuansa Politik

Nasional | okezone | Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:47
share

JAKARTA — Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto menilai langkah Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan 800 Perwira Tinggi (Pati) TNI-Polri di Istana Kepresidenan memiliki nuansa politik. Ia menduga ada pesan kuat terkait konsolidasi dan soliditas jajaran aparat keamanan yang ingin disampaikan Kepala Negara.

"Ya, kalau saya melihatnya ini kan peristiwa politik, bukan peristiwa biasa seperti yang Anda sampaikan. 800 Pati dari TNI dan Polisi, tentu ada pesan yang mau disampaikan," kata Utut di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2026).

Utut menduga pesan utama dalam pengarahan tersebut berfokus pada upaya menjaga kekompakan antarlembaga.

"Pesan yang disampaikan kalau di benak saya pasti konsep konsolidasi. Jangan sampai TNI dan Polri tidak solid," ucap Utut.

Apalagi, lanjutnya, belakangan terdapat dinamika pergantian kepemimpinan di tubuh jajaran tersebut. "Di benak saya mungkin ada titik-titik sehabis pergantian yang perlu penyesuaian. Nah, mungkin taklimatnya di situ," ujar Utut.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan 800 perwira tinggi TNI dan Polri dari seluruh Indonesia di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (7/10/2026). Pertemuan besar ini digelar menjelang genap dua tahun masa pemerintahannya.

Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Setelah itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto secara bergantian menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan kepada Kepala Negara.

Dalam laporannya, Panglima TNI menegaskan bahwa pengarahan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan visi serta memperkokoh soliditas dan sinergi jajaran TNI dalam menjalankan tugas pengabdian bagi bangsa dan negara.

"Di tengah dinamika lingkungan strategis dan tantangan yang makin kompleks, termasuk ancaman siber, informasi, dan hibrida, arahan Bapak Presiden akan menjadi pedoman penting dalam menentukan langkah dan kebijakan, serta memperkuat kesiapan TNI sebagai alat negara di bidang pertahanan," ujar Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

Topik Menarik