Jembatan Strategis Kiev Diserang Drone Rusia, Jalur Logistik Militer Ukraina Terganggu
KIEV - Rusia mengklaim telah melancarkan serangan drone terhadap sejumlah infrastruktur yang disebut berkaitan dengan jalur logistik militer Ukraina, termasuk Jembatan Utara di Kiev yang melintasi Sungai Dnieper.
Dilansir dari rt, Minggu (4/10/2026). Kementerian Pertahanan Rusia dalam pernyataannya pada Sabtu 3 Oktober 2026, menyebut serangan drone pada malam hari menghantam jembatan jalan sepanjang sekitar 800 meter tersebut. Moskow mengeklaim jembatan itu digunakan untuk pergerakan pasukan serta pengangkutan kargo dan perlengkapan militer Ukraina.
Serangan tersebut disebut berdampak pada aktivitas lalu lintas di ibu kota Ukraina.
Wali Kota Kiev, Vitaly Klitschko membenarkan bahwa Jembatan Utara terkena serangan. Menurutnya, bagian permukaan jalan serta jaringan kontak bus listrik mengalami kerusakan. Lalu lintas di jembatan itu kemudian dihentikan.
Sejumlah video yang beredar melalui media Ukraina memperlihatkan kemacetan panjang di salah satu kawasan Kiev setelah serangan tersebut.
Selain Jembatan Utara, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, drone mereka juga menyerang pusat logistik di Gostomel, Wilayah Kiev.
Moskow mengeklaim lokasi tersebut digunakan untuk menyimpan berbagai perlengkapan militer. Rusia juga menyebut sebuah kapal kargo kering yang membawa peralatan yang dapat digunakan untuk kepentingan sipil maupun militer turut menjadi sasaran ketika sedang berlayar di bagian barat laut Laut Hitam menuju Odessa.
Klaim mengenai sasaran-sasaran tersebut belum seluruhnya dapat diverifikasi secara independen.
Jembatan Pivdennyi Juga Jadi Sasaran
Serangan terhadap Jembatan Utara terjadi setelah Rusia sebelumnya menargetkan Jembatan Pivdennyi atau Jembatan Selatan di Kiev.
Rusia menyatakan jembatan tersebut digunakan untuk mendukung pergerakan pasukan dan pengiriman logistik militer bagi unit-unit Ukraina yang bertempur di Donbass.
Seorang pejabat setempat yang dikutip media Ukraina Strana.ua menyebut, Jembatan Pivdennyi menangani hingga 90 persen lalu lintas jalan transit antara wilayah tepi kiri dan tepi kanan Ukraina serta menjadi salah satu jalur penting bagi pengiriman militer.
Jika kerusakan pada sejumlah jembatan utama berlangsung lama, gangguan terhadap mobilitas masyarakat dan distribusi barang berpotensi semakin besar.
Ukraina Pertimbangkan Feri dan Jembatan Ponton
Anggota parlemen Ukraina, Vladimir Kreidenko mengatakan, pemerintah dan parlemen tengah mempertimbangkan penggunaan feri maupun penyeberangan ponton sebagai solusi sementara apabila kerusakan jembatan menyebabkan gangguan lalu lintas berkepanjangan.
Kiev diketahui memiliki sejumlah jembatan jalan raya dan kereta api yang menghubungkan kedua sisi Sungai Dnieper. Infrastruktur tersebut memiliki peran penting bagi mobilitas penduduk sekaligus distribusi barang dari wilayah timur dan barat kota.
Bagi kedua pihak yang tengah berperang, jaringan transportasi tersebut juga memiliki nilai strategis karena dapat digunakan untuk mendukung pergerakan personel dan logistik.
Rusia Tingkatkan Serangan terhadap Infrastruktur Logistik
Rusia dalam beberapa pekan terakhir disebut meningkatkan serangan terhadap sasaran yang dikaitkan dengan logistik militer dan industri pertahanan Ukraina.
Moskow menyatakan intensifikasi serangan tersebut merupakan respons terhadap kampanye serangan jarak jauh Ukraina ke wilayah Rusia. Serangan Ukraina sebelumnya dilaporkan menyasar sejumlah fasilitas energi, termasuk kilang minyak dan infrastruktur lainnya.
Perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung selama bertahun-tahun kini semakin banyak melibatkan serangan jarak jauh terhadap infrastruktur strategis, termasuk jalur transportasi, fasilitas energi, pusat logistik, dan industri pertahanan.
Serangan terhadap jembatan-jembatan utama di Kiev berpotensi menambah tekanan terhadap sistem transportasi Ukraina, meskipun dampak jangka panjang terhadap kemampuan logistik militernya masih bergantung pada tingkat kerusakan dan kemampuan Kiev menyediakan jalur alternatif.










