Kisah Pebulu Tangkis Kunlavut Vitidsarn, Atlet Tunggal Putra Thailand yang Raih Emas Pertama di Asian Games!

Kisah Pebulu Tangkis Kunlavut Vitidsarn, Atlet Tunggal Putra Thailand yang Raih Emas Pertama di Asian Games!

Olahraga | okezone | Sabtu, 3 Oktober 2026 - 00:01
share

SEJARAH baru resmi ditorehkan oleh pebulu tangkis tunggal putra asal Thailand, Kunlavut Vitidsarn, dalam ajang Asian Games 2026. Perjuangan luar biasa yang ia tunjukkan di atas lapangan berhasil membawanya naik ke podium tertinggi dan mengharumkan nama negaranya di kancah internasional.

Perjalanan pemain berprestasi ini menuju podium juara tidak diraih dengan mudah. Sebelum melangkah ke partai puncak, Kunlavut harus bekerja keras menundukkan wakil-wakil tangguh dunia demi mengamankan tiket perebutan medali emas.

Pada babak semifinal, mantan juara dunia tersebut tampil percaya diri untuk menghentikan laju wakil Indonesia, Alwi Farhan. Lewat pertarungan sengit selama 49 menit, Kunlavut menyudahi perlawanan lawannya dengan skor meyakinkan 21-13, 21-15.

1. Menorehkan Sejarah Emas

Memasuki laga final, Kunlavut berhadapan dengan pebulu tangkis kebanggaan Singapura, Loh Kean Yew. Pertemuan akbar ini sekaligus menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya tidak ada wakil dari China maupun Indonesia di partai puncak tunggal putra Asian Games.

Kunlavtu Vitidsarn @kunlavut.v

Tampil di Nagoya, Jepang, tunggal putra andalan Thailand itu langsung mendominasi jalannya pertandingan tanpa memberi ruang bagi lawannya untuk berkembang. Ia menyegel kemenangan dua gim langsung dengan skor 21-12, 21-16 dalam tempo cepat.

Gelar prestisius ini sekaligus mengakhiri penantian panjang Kunlavut sejak turnamen Malaysia Open 2026 pada Januari lalu. Di sisi lain, Loh Kean Yew tetap pulang dengan kepala tegak karena sukses mempersembahkan medali perak pertama bagi negaranya dari cabang olahraga (cabor) bulu tangkis Asian Games.

 

2. Runtuhnya Hegemoni China

Turnamen kali ini juga menghadirkan kejutan besar tatkala raksasa bulu tangkis Asia, China, gagal total meraih satu pun medali di sektor tunggal putra. Nama-nama besar seperti juara bertahan Li Shifeng dan mantan pebulu tangkis nomor satu dunia Shi Yuqi harus tersingkir lebih awal.

Kunlavut Vitidsarn. (Foto: AINAGOC)

Sementara itu, persaingan ketat turut terjadi di sektor tunggal putri ketika wakil Korea Selatan, An Se-young, keluar sebagai juara. Ia menunjukkan performa tanpa cela di babak final dengan menaklukkan pebulu tangkis Jepang, Akane Yamaguchi, lewat skor meyakinkan 21-17, 21-9.

Keberhasilan di berbagai sektor lain turut diwarnai kejutan sengit, mulai dari kategori ganda putra hingga ganda campuran yang melibatkan pertarungan atlet-atlet papan atas Asia. Seluruh rangkaian pertandingan ini semakin menegaskan peta kekuatan bulu tangkis dunia yang kini semakin merata.

Topik Menarik