Malah Mendengkur Setelah Disuntik Mati, Terpidana Ini Batal Dieksekusi dan Dilarikan ke RS

Malah Mendengkur Setelah Disuntik Mati, Terpidana Ini Batal Dieksekusi dan Dilarikan ke RS

Terkini | okezone | Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:42
share

NASHVILLE — Terpidana mati Christa Pike dilarikan ke rumah sakit setelah jantungnya masih berdetak dan terdengar mendengkur meskipun ia telah disuntik mati, menurut keterangan pengacaranya. Pike dilaporkan dilarikan ke rumah sakit setelah tim hukumnya mengajukan permohonan darurat untuk menghentikan eksekusinya saat proses tersebut sedang berlangsung.

Mengutip keterangan tim hukumnya, Pike terdengar "mendengkur dengan jelas" dan jantungnya masih berdetak saat ia kehilangan kesadaran. Beberapa saksi yang mengikuti upaya eksekusi tersebut melaporkan mendengar Pike bernapas dan mendengkur keras, bahkan ketika tirai ruang eksekusi telah ditutup.

Salah satu pengacaranya mengatakan kepada penyiar tersebut bahwa wanita berusia 50 tahun itu sedang "mendapatkan tindakan penyelamatan nyawa" di rumah sakit.

Ia dikabarkan telah diberi dua dosis pentobarbital.

Departemen Pemasyarakatan Tennessee, Amerika Serikat (AS) belum mengonfirmasi kondisi Pike.

Gubernur negara bagian tersebut, Bill Lee, membenarkan bahwa ia telah memerintahkan peninjauan "untuk menentukan apa yang sebenarnya terjadi," lapor ABC News.

Ia menambahkan bahwa eksekusi lain yang telah dijadwalkan tidak akan dilaksanakan tahun ini.

Eksekusi tersebut sedianya akan menjadi eksekusi terhadap seorang perempuan yang pertama kali dilakukan oleh negara bagian tersebut dalam kurun waktu setidaknya 200 tahun.

 

Pike dan kekasihnya saat itu, Tadaryl Shipp, memukuli dan menyiksa Colleen Slemmer (19 tahun) hingga tewas.

Kasus ini menarik perhatian luas pada saat pembunuhan terjadi, sebagian karena adanya simbol pentagram yang diukir pada tubuh Slemmer serta unsur-unsur kejahatan lainnya yang memicu ketakutan akan pemujaan setan di tengah fenomena "kepanikan satanik" pada tahun 1980-an dan 1990-an.

Setelah pembunuhan tersebut, Pike didiagnosis menderita gangguan bipolar dan gangguan stres pascatrauma.

Ia mengaku hanya berniat berkelahi dengan Slemmer, namun akhirnya membunuh korban dalam serangan yang tak terkendali karena ia tidak mampu "menghentikan dirinya sendiri."

Saat itu, Pike meyakini bahwa Slemmer berusaha merebut Shipp—teman sesama siswa yang memiliki minat serupa terhadap citra-citra satanik—darinya, meskipun teman-teman korban membantah hal tersebut.

Jaksa menyatakan bahwa Slemmer ditendang, dipukuli, dan disayat selama setengah jam, serta Pike mengukir simbol pentagram di dada korban saat ia masih hidup, sebelum akhirnya korban tewas akibat hantaman bongkahan aspal pada kepalanya.

Tubuh Slemmer yang setengah telanjang ditemukan keesokan paginya, dengan pakaiannya yang berlumuran darah tergantung di dahan pohon di atasnya.

Semua remaja yang terlibat ditangkap dalam waktu 36 jam; penyidik menemukan sebuah Alkitab setan dan altar di kamar Pike, serta serpihan tengkorak Slemmer.

Topik Menarik