IHSG Pekan Depan Rawan Koreksi Imbas Tertekan Sentimen Harga Batas Minimum Saham Rp1

IHSG Pekan Depan Rawan Koreksi Imbas Tertekan Sentimen Harga Batas Minimum Saham Rp1

Ekonomi | okezone | Minggu, 27 September 2026 - 13:45
share

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berada dalam rentang rawan konsolidasi dan koreksi pada perdagangan awal pekan, Senin (28/9/2026). Pergerakan pasar keuangan domestik dibayangi oleh penyesuaian aturan batas harga minimum saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) serta tekanan aksi lepas portofolio oleh investor.

Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan bahwa penerapan aturan batas harga minimum saham hingga Rp1 akan menjadi salah satu faktor kunci yang memengaruhi dinamika pasar saham dalam waktu dekat.

“Kami perkirakan hal tersebut dpt meningkatkan likuiditas transaksi dan juga meningkatkan volatilitas dan risiko,” kata Herditya kepada IDX Channel, Minggu (27/9/2026).

Mengenai arah pergerakan IHSG pada perdagangan pembukaan pekan besok, Herditya memproyeksikan indeks masih dibayangi risiko pelemahan ke area support penting.

“Untuk Senin kami perkirakan IHSG masih rawan melanjutkan koreksinya dengan support 6.186 dan resist 6.297,” ujar Herditya.

Aturan mengenai batas bawah harga transaksi saham hingga level Rp1 merupakan bagian dari reformasi struktur perdagangan dan penataan papan pencatatan BEI. Kebijakan ini memungkinkan saham-saham yang sebelumnya tertahan di batas gocap (Rp50) untuk kembali diperdagangkan secara dinamis sesuai mekanisme pasar riil.

Di satu sisi, perubahan ini dinilai mampu membuka ruang likuiditas bagi saham-saham yang selama ini tidak aktif terlepas dari batasan kuotasi lama.

Namun di sisi lain, kebijakan ini memicu sikap hati-hati di kalangan investor ritel maupun institusi karena berpotensi meningkatkan volatilitas harga, risiko pangkas rugi (cut loss), serta penyesuaian penilaian bobot portofolio.

 

Berdasarkan data resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode perdagangan 21–25 September 2026, pasar saham Indonesia ditutup melemah di zona merah.

IHSG selama sepekan merosot sebesar 3,09 persen (atau -3,20 persen pada penutupan Jumat) hingga menyentuh ke posisi 6.241,25.

Nilai kapitalisasi pasar BEI tergerus sebesar 3,20 persen menjadi Rp10.905 triliun dibanding pekan sebelumnya.

Investor asing mencatatkan nilai jual bersih (net sell) sebesar Rp559,16 miliar pada akhir pekan lalu (25/9). Dengan demikian, akumulasi net sell investor asing sepanjang tahun berjalan 2026 telah mencapai Rp77,52 triliun.

Di tengah koreksi harga, rata-rata volume transaksi harian BEI masih mencatatkan kenaikan tipis sekitar 2,04 persen, yang mencerminkan tingginya dinamika perputaran dana pasar di tengah tingginya ketidakpastian.

Topik Menarik