Asap Karhutla Kalimantan Ganggu 409 Penerbangan, Bandara Tertutup Kabut

Asap Karhutla Kalimantan Ganggu 409 Penerbangan, Bandara Tertutup Kabut

Ekonomi | okezone | Rabu, 23 September 2026 - 08:00
share

JAKARTA - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) berdampak signifikan terhadap operasional penerbangan di sejumlah wilayah Kalimantan. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat sebanyak 254 penerbangan batal atau tertunda akibat asap karhutla yang menyebabkan penurunan jarak pandang.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F Laisa mengatakan, kondisi asap karhutla dapat menurunkan jarak pandang di sekitar bandara sehingga memengaruhi kelancaran operasional penerbangan.

"Keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama. Apabila kondisi jarak pandang berada di bawah batas minimum operasional, maka penerbangan dapat mengalami keterlambatan, penundaan, pembatalan, maupun pengalihan sesuai hasil evaluasi kondisi di lapangan dan pertimbangan keselamatan," ujar Lukman dalam keterangan resminya, Selasa (22/9/2026).

Berdasarkan pemantauan Kemenhub selama periode 14-20 September 2026, tercatat 409 penerbangan terdampak di wilayah kerja Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Balikpapan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 141 penerbangan mengalami keterlambatan atau delay, 254 penerbangan dibatalkan atau ditunda, sedangkan 14 penerbangan dialihkan atau divert.

Jumlah penerbangan terdampak tersebut meningkat signifikan dibandingkan periode 7-13 September 2026 yang mencatat 159 penerbangan terdampak.

Secara kewilayahan, Kalimantan Tengah mencatat dampak terbesar dengan 201 penerbangan terdampak, terdiri dari 79 delay, 121 cancelled/postponed, dan 1 diverted.

Kemudian Kalimantan Timur mencatat 138 penerbangan terdampak, terdiri dari 48 delay, 77 cancelled/postponed, dan 13 diverted. Sementara Kalimantan Utara mencatat 70 penerbangan terdampak, terdiri dari 14 delay dan 56 cancelled/postponed.

Kondisi jarak pandang bahkan sempat mencapai 50 meter di sejumlah bandara, di antaranya Bandara Tjilik Riwut, Bandara Iskandar, Bandara Haji Muhammad Sidik, dan Bandara APT Pranoto.

 

Kemenhub menegaskan keputusan untuk menunda, membatalkan, atau mengalihkan penerbangan dilakukan berdasarkan evaluasi kondisi lapangan dan batas minimum operasional demi memastikan keselamatan penerbangan.

Di sisi lain, Kemenhub juga mencatat dampak asap Karhutla di sejumlah bandara Kalimantan Barat pada 21 September 2026. Di Bandara Supadio, Pontianak, sejumlah penerbangan mengalami keterlambatan antara 42 hingga 195 menit. Terdapat pula penerbangan yang dibatalkan karena jarak pandang berada di bawah batas minimum operasional.

Lukman mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan penyelenggara bandara, penyedia layanan navigasi penerbangan, operator penerbangan, serta instansi terkait untuk memantau perkembangan kondisi jarak pandang.

"Kami terus berkoordinasi dengan penyelenggara bandar udara, penyedia pelayanan navigasi penerbangan, operator penerbangan, serta instansi terkait untuk memastikan operasional penerbangan dapat berjalan dengan tetap memperhatikan keselamatan, keamanan, keteraturan, dan kelancaran penerbangan," jelasnya.

Kemenhub juga mengingatkan maskapai untuk memenuhi hak penumpang yang terdampak keterlambatan maupun pembatalan penerbangan sesuai ketentuan. Hak tersebut dapat berupa kompensasi, penjadwalan ulang, maupun pengembalian biaya tiket secara penuh sesuai kondisi dan aturan yang berlaku.

Topik Menarik