DPR Gelar Uji Kelayakan Puluhan Calon Dubes RI, Berikut Daftarnya

DPR Gelar Uji Kelayakan Puluhan Calon Dubes RI, Berikut Daftarnya

Nasional | okezone | Selasa, 22 September 2026 - 16:06
share

JAKARTA - Komisi I DPR RI mulai menggelar uji kelayakan dan kepatutan terhadap 25 calon duta besar (dubes) RI untuk negara sahabat. Uji kelayakan dan kepatutan ini digelar dua hari, yakni 22-23 September 2026.

"25 (calon). Udah mulai, dua hari sampai besok," kata Wakil Ketua Komisi I DPR RI Anton Sukartono, Selasa (22/9/2026).

Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin membenarkan daftar 25 calon dubes. Mereka di antaranya mulai dari Tiongkok, Britania Raya, hingga Tunisia.

"Benar (daftar-daftar 25 calon dubes)," kata TB Hasanuddin saat dikonfirmasi.

Uji kelayakan dan kepatutan ini merupakan tindaklanjut dari Surat Presiden (Surpres) yang diterima pimpinan DPR RI perihal permohonan pertimbangan bagi calon dubes luar biasa dan berkuasa penuh untuk negara negara sahabat dan organisasi internasional.

"Perlu kami beritahukan bahwa pimpinan dewan telah menerima surat dari presiden RI No R39 10 Agustus 2026 hal permohonan pertimbangan bagi calon dubes luar biasa dan berkuasa penuh untuk negara negara sahabat dan organisasi internasional," kata Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad saat memimpin rapat paripurna DPR RI, Selasa.

"Maka sesuai dengan ketentuan Pasal 231 peraturan DPR RI Nomor 1 tahun 2020 tentang Tata Tertib, kami meminta persetujuan rapat paripurna hari ini menugaskan Komisi 1 DPR RI untuk membahas surat prssiden tersebut. Apakah dapat disetujui?" tanya Dasco yang langsung disambut seruan setuju.

Adapun daftar Calon Dubes RI untuk Negara Sahabat dan Organisasi Internasional sebagai berikut:

1. Irawan Ronodipuro (untuk Republik Rakyat Tiongkok merangkap Mongolia berkedudukan di Beijing)
2. Baringin M.H. Panggabean (untuk Kerajaan Inggris merangkap Irlandia dan IMO berkedudukan di London).
3. Desra Percaya (untuk Republik India merangkap Kerajaan Bhutan berkedudukan di New Delhi) 
4. lwan Freddy Hari Susanto (untuk Kerajaan Hasyimiyah Yordania berkedudukan di Amman) 5. R. Heru Hartanto Subolo (untuk Republik Yunani berkedudukan di Athena)
5. Azis Nurwahyudi (untuk Republik Kolombia merangkap Antigua dan Barbuda serta Federasi Saint Kitts dan Nevis berkedudukan di Bogota)
6. Sigit Suryantoro Widiyanto (Untuk Republik Demokratik Timor Leste berkedudukan di Dili).
7. Albert Abdi (untuk Republik Tanzania berkedudukan di Dar Es Salam)
8. R. Sigit Witjaksono (untuk Republik Sudan berkedudukan di Khartoum)
9. Darianto Harsono (untuk Republik Sosialis Demokratik Srilanka erangkap Republik Maladewa berkedudukan di Kolombo)
10. Winanto Adi (untuk negara Kuwait berkedudukan di Kuwait City)
11. Epiphania Riris Wusananingdyah (untuk Republik Peru merangkap Republik Plurinasional Bolivia berkedudukan di Lima)
12. Tri Tharyat (untuk Kerajaan Spanyol berkedudukan di Madrid) 
13. Josef A. Nae Soi (untuk Republik Filipina merangkap Republik Kepulauan Marshall dan Republik Palau berkedudukan di Manila 
14. Bagus Hendraning Kobarsyih (untuk Republik Kazakhstan merangkap Republik Tajikistan berkedudukan di Astana) 
15. Achsanul Habib (untuk Kerajaan Kamboja berkedudukan di Phnom Penh) 
16. Wahyuni Refi Satya Bekti (untuk Kerajaan Bahrain berkedudukan di Manama)
17. Ayodhia Gehak Lakunamang Kalake (untuk Republik Afrika Selatan merangkap Republik Botswana
18. Lintang Total Paramitasari Parnohadiningrat (untuk ASEAN berkedudukan di Jakarta) 
19. Zaim Al Khalis Nasution (untuk Republik Islam berkedudukan di Tehran) Iran
20. Ratieh Sanggarwaty (untuk Republik Tunisia berkedudukan di Tunis
21. Mohammad Iskandarsyah Derry Aman (untuk Republik Polandia berkedudukan di Warsawa)
22. Dindin Wahyudin (untuk Selandia Baru berkedudukan di Wellington)
23. Dewi Justicia Meidiwaty (untuk Republik Demokratik Rakyat Laos berkedudukan di Vientianne)
24. Yulastiawarman (untuk Republik Kroasia berkedudukan di Zagreb).

Topik Menarik