Proyek 'Iseng' Berujung Nominasi AMI Awards 2026, Akbar Chalay dan Mingse Tak Menyangka

Proyek 'Iseng' Berujung Nominasi AMI Awards 2026, Akbar Chalay dan Mingse Tak Menyangka

Seleb | okezone | Selasa, 22 September 2026 - 15:51
share

JAKARTA – Akbar Chalay dan Mingse tak menyangka proyek musik yang awalnya dibuat dengan santai justru membawa mereka masuk dalam daftar nominasi AMI Awards 2026.

Keduanya dinominasikan lewat lagu Astaga Bercanda dalam kategori Artis Solo/Grup/Kolaborasi Dangdut Elektro Terbaik. Dalam kategori tersebut, Akbar Chalay dan Mingse bersaing dengan Duo Anggrek lewat Goyang Nusantara, Fitri Carlina dengan Bahagianya Aku Sama Kamu, Rombongan Bodonk Koplo melalui Kasih Tau Mama (Malam Minggu), serta Trio Macan dengan Minggir Minggir Kasih Paham Bos.

Bagi Akbar dan Mingse, nominasi tersebut menjadi pencapaian yang tidak pernah mereka perkirakan sebelumnya. Saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Senin (21/9/2026), Mingse mengaku masih sulit percaya dengan pencapaian tersebut.

“Alhamdulillah. Masih sangat tidak menyangka dan masih enggak percaya kalau ini semua ternyata terjadi,” kata Mingse.

Ia mengatakan, jika dibandingkan dengan kondisi dirinya beberapa tahun sebelumnya, pencapaian tersebut terasa berada jauh di luar ekspektasi.

“Karena kalau misalkan kita menempatkan diri di satu tahun sebelumnya, diri kita atau beberapa tahun sebelumnya, ini semua tuh kayak jauh dari apa yang kita harapkan dan bahkan tidak tersebut dalam doa-doa aku,” ujarnya.

Namun, Mingse menyebut apa yang terjadi saat ini menjadi bukti bahwa perjalanan karier seseorang bisa membawa ke arah yang tidak pernah diprediksi.

“Tapi kuasa Tuhan lebih dari apa yang kita harapkan, kita dapat nominasinya,” tutur dia.

Dibuat Tanpa Ekspektasi Besar

Menariknya, Astaga Bercanda ternyata tidak lahir dari ambisi besar untuk mengejar penghargaan musik.

Mingse bahkan menyebut proyek tersebut sejak awal dibuat dengan suasana yang sangat santai.

“Jujur, unpredictable banget. Sangat-sangat tidak terprediksi,” katanya.

Akbar kemudian menimpali bahwa lagu tersebut memang dibuat dengan konsep yang tidak terlalu serius.

“Karena kita iseng-iseng bikinnya,” ujar Akbar.

Mingse pun membenarkan pernyataan tersebut.

“Iya, ini benar-benar proyek bercanda banget. Nggak yang serius-serius amat, nggak yang gimana gitu,” katanya.

Menurut Mingse, mereka hanya menjalani proses kreatif tersebut tanpa membayangkan bahwa lagu yang dibuat secara santai itu nantinya bisa membawa mereka ke panggung penghargaan musik nasional.

“Jadi kayak benar-benar nggak nyangka saja kita diarahin langkahnya ke sini sama Tuhan,” ucapnya.

Berawal dari Produser dan Penyanyi

Di balik proyek tersebut, Akbar dan Mingse sebenarnya memiliki latar belakang yang berbeda.

Mingse merupakan persona musik dari penyanyi Bunga Reyza, jebolan Indonesian Idol. Sementara Akbar Chalay dikenal sebagai produser musik. Sony Music Indonesia juga menyebut Mingse sebagai alter ego Bunga Reyza yang digunakan untuk mengeksplorasi genre hipdut.

“Kalau saya tadinya tukang dagang ayam... Nggak dong, bercanda! Saya aslinya penyanyi, benar penyanyi,” kata Mingse sambil bercanda.

“Kalau Akbar?”

“Aslinya produser musik,” jawab Akbar.

Akbar mengatakan, eksplorasi musik dengan gaya yang kemudian terdengar dalam Astaga Bercanda sebenarnya sudah dilakukannya sejak lama.

“Karena konsepnya mungkin karena di TikTok saya kan sering bikin style-style yang kayak begitu, yang Thailand-Thailand, segala macam. Jadi kita cobalah bikin orisinal seperti itu style-nya,” jelas Akbar.

Mingse menambahkan, proyek tersebut kemudian berkembang setelah Akbar bersama timnya mencari sosok penyanyi yang dianggap cocok dengan konsep lagu.

“Terus akhirnya mereka cari penyanyi, ngobrol sama Sony Music. Dari Sony Music menyodorkan aku, mereka pikir cocok ya, ya sudah,” ujar Mingse.

Tak Takut Jadi One-Hit Wonder

Dengan kesuksesan Astaga Bercanda, muncul pula pertanyaan mengenai kemungkinan lagu tersebut hanya menjadi fenomena sesaat atau one-hit wonder.

Namun, Mingse mengaku tidak terlalu memikirkan hal tersebut.

“Sebenarnya kalau dari kita sendiri nggak ada kayak, 'Aduh gimana nih kalau one-hit wonder?' atau 'Gimana kalau ke depannya nggak jalan lagi?'” katanya.

Menurut dia, dirinya dan Akbar memilih menjalani perjalanan musik tersebut tanpa terlalu dibebani ekspektasi.

“Kita nggak pernah berekspektasi yang baik dan kita juga nggak pernah memikirkan yang buruk,” ujarnya.

Mingse mengatakan, prinsip mereka sederhana: terus berusaha dan menyerahkan hasil akhirnya kepada Tuhan.

“Jadi kita sebenarnya jalan-jalan aja, yang penting kita ikhtiar, sisanya kita serahin sama yang di atas. Itu selalu kita ucapkan setiap kali kita memulai proyek,” tutur Mingse.

Akbar pun menambahkan singkat, “Jalanin aja apa yang terjadi.”

Tembus Puluhan Juta Stream

Sejak dirilis pada 8 Mei 2026, Astaga Bercanda memang menunjukkan performa yang cukup kuat di platform digital. Data pemantauan Spotify yang diperbarui 19 September mencatat lagu tersebut telah mengumpulkan sekitar 51,7 juta stream.

Lagu tersebut juga sempat mencatatkan performa di tangga Spotify sejumlah negara Asia Tenggara. Sementara video Astaga Bercanda di YouTube juga telah ditonton lebih dari 10 juta kali berdasarkan data pada kanal resmi Akbar Chalay.

Pencapaian tersebut akhirnya membawa proyek yang awalnya disebut sebagai “proyek bercanda” itu masuk ke salah satu ajang penghargaan musik terbesar di Indonesia.

Bagi Akbar dan Mingse, satu nominasi di AMI Awards 2026 menjadi pencapaian yang sebelumnya bahkan tidak masuk dalam bayangan mereka ketika pertama kali membuat Astaga Bercanda.


 

Topik Menarik