Hadirkan Angklung hingga Nasi Padang, Festival Indonesia di Bucharest Pikat 1.200 Pengunjung
BUCHAREST — Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bucharest bersama Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Rumania menggelar Indonesia Summer Festival 2026. Gelaran ini merupakan ajang promosi untuk memperkenalkan seni, budaya, dan kuliner Indonesia di Rumania..
Sekretaris Ketiga Pelaksana Fungsi Ekonomi KBRI Bucharest sekaligus Koordinator Festival, Hatmadhita Angga Kusuma, mengatakan bahwa festival tersebut mendapat sambutan yang sangat hangat dari publik setempat. Menurutnya, sekitar 1.200 pengunjung menghadiri festival yang digelar di halaman KBRI Bucharest pada Sabtu (12/9/2026).
Para pengunjung yang hadir datang dari berbagai latar belakang, mulai dari komunitas Indonesia, korps diplomatik, masyarakat Rumania, hingga para sahabat Indonesia. Turut hadir pula para alumni program beasiswa Darmasiswa serta warga Rumania yang pernah berkunjung ke Indonesia. Mereka tampak antusias menikmati berbagai pertunjukan seni budaya, produk dan kuliner khas Nusantara, hingga layanan spa terapi.
Dalam sambutannya, Duta Besar Republik Indonesia untuk Rumania merangkap Republik Moldova, Meidyatama Suryodiningrat, menyampaikan bahwa festival ini menjadi sarana penting untuk memperkenalkan Indonesia sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara.
“Selain menikmati keanekaragaman kuliner dan pertunjukan seni budaya Indonesia, festival ini merupakan ruang untuk mempererat persahabatan dan membangun pemahaman yang lebih baik antara masyarakat Indonesia dan Rumania,” ujar Dubes Meidyatama.
Beragam penampilan seni turut memeriahkan acara, termasuk tari Bali yang dipersembahkan oleh Sanggar Seni Jepun Bali di Bucharest dengan gerakan, kostum, dan musik tradisional yang memukau.
Pertunjukan angklung oleh generasi muda Indonesia dan Rumania, yang dipandu oleh Patric Rio Romualdo selaku Sekretaris Ketiga Pelaksana Fungsi Pensosbud KBRI Bucharest, juga sukses menarik perhatian penonton. Selain menikmati alunan musik tradisional tersebut, para pengunjung berkesempatan memainkan angklung secara interaktif.
Momen Puan Maharani Telat Tiba di Gedung DPR, Prabowo Sudah Lebih Dulu Hadiri Sidang Tahunan MPR
Kuliner Indonesia menjadi salah satu daya tarik utama dalam festival ini. Beragam hidangan khas Nusantara—seperti nasi Padang, pempek, bakso, siomay, mi ayam, sate ayam, batagor, tahu gejrot, tempe, hingga aneka gorengan—dijajakan untuk memperkenalkan kekayaan cita rasa Indonesia.
Besarnya antusiasme pengunjung terlihat dari ramainya antrean di stan-stan makanan sepanjang penyelenggaraan festival. Sejumlah pengunjung bahkan kembali datang untuk mencicipi hidangan lain yang sebelumnya belum sempat mereka coba.
Beragam minuman tradisional, seperti beras kencur, kunyit asam, es dawet, dan bir pletok, turut melengkapi sajian kuliner hari itu. Selain makanan siap santap, tersedia pula stan yang menawarkan kopi Nusantara, bumbu masak, dan produk herbal.
Tidak hanya itu, festival ini juga menghadirkan layanan spa guna memperkenalkan tradisi perawatan serta relaksasi khas Indonesia kepada para pengunjung mancanegara.
Kehadiran komunitas Indonesia di acara ini turut menghangatkan interaksi dengan masyarakat Rumania, sekaligus membuka ruang bagi warga setempat untuk mengenal Indonesia secara lebih dekat.
Di balik kemeriahan acara, festival ini juga mengusung pesan kemanusiaan melalui penggalangan donasi bagi masyarakat Indonesia yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur beberapa waktu lalu. Promosi budaya dan kuliner Nusantara ini pun menjadi momentum yang tepat untuk berbagi kepedulian serta solidaritas lintas negara.










