Jangan Cukur Bulu Kemaluan Sampai Habis, Dokter Ungkap Alasannya
MENCUKUR bulu kemaluan hingga habis kerap dianggap sebagai bagian dari menjaga kebersihan dan kesehatan area intim. Namun, benarkah mencukur habis bulu kemaluan lebih sehat dibandingkan membiarkannya tumbuh secara alami?
Ternyata, anggapan itu hanya mitos semata. Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi RS Columbia Asia BSD, dr. Fadhilah Akhdasari, Sp.OG, dalam acara Morning Zone di Youtube Okezone membeberkan alasan bulu kemaluan tidak boleh dicukur hingga habis.
1. Bulu Kemaluan Punya Fungsi
Menurut dr. Dhila, bulu yang tumbuh di area kemaluan bukan tanpa fungsi. Keberadaannya dapat membantu melindungi kulit dari gesekan dan iritasi.
Selain membantu mengurangi iritasi, bulu kemaluan juga berperan dalam membantu mengatur kelembapan di area intim. Karena itu, menghilangkan seluruh bulu kemaluan tidak otomatis membuat area tersebut menjadi lebih sehat atau bersih.
“Itu mitos (mencukur habis bulu kemaluan jauh lebih sehat dibandingkan membiarkannya tumbuh alami). Harusnya kalau mencukur habis itu justru lebih rentan. Karena mencukur habis itu artinya rentan terjadinya iritasi di kulit kemaluan,” ujar dr. Dhilah.
2. Mencukur Habis Bisa Memicu Iritasi
Dokter justru mengingatkan bahwa mencukur bulu kemaluan hingga habis dapat membuat kulit lebih rentan mengalami iritasi. Area kemaluan memiliki kulit yang sensitif sehingga proses mencukur dapat menyebabkan luka kecil, kemerahan, atau rasa tidak nyaman, terutama jika dilakukan dengan teknik atau alat yang kurang tepat.
Iritasi dan kerusakan pada lapisan pelindung kulit juga dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi. Karena itu, jangan cukup hingga habis.
“Kalau iritasi, justru lebih gampang infeksi. Sebenarnya rambut-rambut di kemaluan itu tujuannya untuk mencegah iritasi sama mengatur kelembapan,” jelasnya.
3. Boleh Dirapikan, Tak Harus Dicukur Habis
Meski tidak menyarankan mencukur habis, dr. Dhilah mengatakan bulu kemaluan tetap boleh dirapikan sesuai kebutuhan. Merapikan bulu kemaluan dapat menjadi pilihan bagi seseorang yang merasa lebih nyaman dengan rambut yang lebih pendek. Namun, tidak ada keharusan untuk menghilangkannya hingga benar-benar bersih.
Hal terpenting adalah menjaga kebersihan area intim dengan baik. Selain itu, hindari tindakan yang berpotensi menyebabkan iritasi atau luka pada kulit.
“Cuma kalau mau dirapikan boleh-boleh saja. Tapi saya enggak sarankan untuk mencukur habis. Jadi itu bisa bikin iritasi kulit,” tutup dr. Dhilah.










